Terselamatkan dari Tragedi Ponpes Al Khoziny, Nur Ahmad Akan Dapat Tangan Palsu. (Humas Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Sebulan berlalu, hingga kini Polda Jawa Timur (Jatim) tak kunjung menetapkan satu pun tersangka yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tragis ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Senin (29/10). Proses hukum peristiwa tragis yang menelan puluhan korban jiwa, seolah jalan di tempat.
Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast berdalih proses hukum masih berjalan. "Nanti kita sampaikan, saat ini belum bisa kita sampaikan," tuturnya kepada JawaPos.com di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Rabu (5/11).
Begitu pula saat ditanya kapan Polda Jawa Timur akan menetapkan tersangka kasus Ponpes Al Khoziny, Kombes Pol Jules berkelit dan mengatakan bahwa proses penyidikan masih berjalan.
"Pemeriksaan saksinya masih berjalan, jadi nanti kita sampaikan untuk kegiatan berikutnya oke?" imbuh Kombes Pol Jules singkat, sebelum meninggalkan gedung.
Sebagai informasi, Polda Jatim telah menggelar gelar perkara dan menaikkan proses hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan pada Rabu (8/10). Polda juga membentuk tim gabungan khusus dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus.
"Dalam artian pemeriksaan awal di sini kami adalah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, ya, untuk mencari keterangan yang dapat membuktikan dugaan adanya unsur pidana," tutur Kombes Pol Jules.
Ia memastikan Polda Jatim akan mengusut tuntas kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, dua pekan lalu. Proses penyidikan pun akan dilakukan dengan hati-hati dan cermat.
"Pihak keluarga juga masih dalam proses berduka. Nah, tentu kita harus menghargai itu, kita harus menghormati sehingga (proses hukum) tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Proses masih berjalan, kami mohon waktu," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Proses identifikasi jenazah korban oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara juga ditutup pada Rabu (15/10).
Data terakhir, korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022