
Sejumlah siswi SMA Negeri 10 Surabaya membantu menyiapkan makanan program MBG untuk dibagikan kepada seluruh pelajar. (Foto: Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Tak dipungkiri, maraknya pemberitaan makanan basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuat sebagian sekolah was-was. Namun tidak dengan SMA Negeri 10 Surabaya.
Sekolah yang berlokasi di Jalan Jemursari I No.28, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya ini punya cara sendiri untuk mencegah hal tersebut agar tak terjadi di lingkungan mereka.
PIC MBG di SMAN 10 Surabaya, Laily Eka Pradina, mengatakan setiap harinya, lebih dari seribu ompreng berisi menu MBG datang dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wonocolo.
"Jumlah siswa di sini 1182. Nah setiap hari itu pasti dikasih satu paket MBG tambahan untuk tester, untuk dicicipi guru. Kalau dirasa aman, baru dibagikan ke siswa," tutur Laily kepada JawaPos.com, Rabu (29/10).
Namin jika ditemukan tanda-tanda makanan kurang layak, seperti rasa berubah, buah yang mulai asam, SMAN 5 Surabaya akan langsung menginformasikan ke dapur penyedia, yakni SPPG Wonocolo.
"Karena dulu waktu awal-awal ada MBG, buahnya itu pakai buah kupas. Waktu dimasukkan ke ompreng kan teroksidasi, rasa buahnya jadi masam, anak-anak banyak yang protes saat itu," imbuhnya.
"Pas kami mencicipi, ternyata buahnya asam, kami langsung sampaikan ke anak-anak 'jangan dimakan karena buahnya sudah asam', karena takutnya nanti kenapa-kenapa kan," imbuh guru Biologi berusia 27 tahun itu.
Laily bercerita bahwa tes cicip atau tester dilakukan secara bergantian oleh 7 guru yang menjadi tim MBG SMAN 10 Surabaya. Upaya tersebut sudah diterapkan sejak program ini diluncurkan pada 13 Januari 2025 lalu.
"Sejauh ini menerapkan tester, alhamdulillah nggak pernah ada kasus di sini. Jadi sangat membantu untuk antisipasi, memastikan makanan yang dikonsumsi anak sudah aman, layak, dan bergizi," tegas Laily.
epala SMA Negeri 10 Surabaya, Teguh Santoso dengan makanan Program MBG yang disajikan kepada siswa siswinya. (Foto: Novia Herawati).
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Surabaya, Teguh Santoso, mengaku tidak terlalu khawatir dengan maraknya pemberitaan MBG basi. Ia meyakini dapur SPPG Wonocolo selalu menjaga kualitas dan higienitas makanan yang disalurkan.
"Saya meyakini dapur SPPG Wonocolo ini sudah memenuhi standar. Kemarin kami datang ke dapur untuk meyakinkan lagi, melihat mereka mencuci ompreng, menyiapkan bahan, memasak, hingga packing," tutur Teguh.
Bahkan, kata Teguh, proses memasak di SPPG Wonocolo dibagi menjadi dua sesi untuk menjaga kualitas makanan. Sesi 1 dimasak mulai jam 2 dini hari untuk dikirim ke sekolah yang MBG-nya pada jam istirahat pertama.
"Lalu untuk sekolah yang MBG-nya pas jam istirahat kedua atau siang, seperti kita (SMAN 10 Surabaya), itu dimasaknya mulai jam 8 pagi. Jadi kami yakin, menu makanan yang disajikan fresh dan bergizi," tambahnya.
Secara khusus, Teguh menilai Makan Bergizi Gratis merupakan program yang mulia. Terutama untuk siswa-siswi yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah, dan tidak dibawakan bekal oleh orang tuanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022