
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi sorotan, usai perdebatannya dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi atau KDM soal dana Rp 4,17 triliun yang mengendap di bank, atas nama Pemprov Jabar.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, menilai perdebatan yang terjadi antara Purbaya dengan KDM merupakan bentuk persaingan sehat.
Tujuannya untuk menunjukkan kinerja terbaik di hadapan publik, terutama Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, dinamika seperti itu wajar terjadi di kalangan pejabat tinggi yang tengah menjadi sorotan publik.
“Tentu keduanya ingin menunjukkan siapa kinerjanya yang paling benar ke publik,” kata Adi Prayitno dihubungi JawaPos.com, Selasa (28/10).
Ia menilai, baik Purbaya maupun KDM memiliki kepentingan untuk memperlihatkan kemampuan manajerial dan kapasitas kepemimpinannya di tengah perhatian besar publik terhadap kinerja masing-masing.
Ia memastikan rivalitas semacam ini tidak selalu bernada negatif. Ia justru melihatnya sebagai bagian dari upaya masing-masing tokoh untuk memperkuat posisi politik dan kepercayaan dari Presiden.
“Apalagi kedua saat ini sama-sama jadi darling yang sedang naik pesat popularitasnya,” tegasnya.
Menurut Adi, publik perlu memahami bahwa di balik perdebatan terbuka itu, ada semangat kompetisi yang berorientasi pada hasil kerja nyata.
Ia menilai, baik Purbaya maupun KDM ingin memastikan bahwa kebijakan dan pendekatan yang mereka ambil dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. “Keduanya juga ingin menunjukkan keseriusan dan integritasnya dalam bekerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adi menilai transparansi dalam debat semacam ini justru menjadi hal positif di era pemerintahan Prabowo. Ia menyebut publik kini bisa menilai langsung kualitas komunikasi dan arah kebijakan dari masing-masing pejabat.
“Saya kira ini bagus transparan semacam ini,” ucap Adi.
Meski demikian, Adi menegaskan inti dari dinamika tersebut bukanlah soal siapa yang lebih unggul, melainkan bagaimana perbedaan pandangan itu menghasilkan kebijakan yang lebih efektif.
“Tujuannya tentu mencari titik temu dan solusi yang terbaik. Bukan soal siapa yang menang-menangan,” pungkasnya.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
