
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (tengah) menyampaikan paparan satu tahun capaian Kemenag di Jakarta (21/10). (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Indonesia menghadapi tantangan ketahanan keluarga. Di satu sisi angka pernikahan terus menurun. Di sisi lain kasus perceraian masih tinggi. Kemenag berupaya mengatasinya dengan memperluas sasaran bimbingan perkawinan (Bimwin). Yaitu menyasar anak-anak usia sekolah, dengan materi yang disesuaikan.
Berdasarkan data Ditjen Bimas Islam Kemenag, angka perkawinan yang tercatat resmi di Kantor Urusan Agama (KUA) mengalami penurunan. Pada 2021 lalu tercatat kasus perkawinan ada 1.742.049 pasangan. Kemudian di 2022 turun menjadi 1.705.348 pasangan.
Tren penurunan kembali terjadi pada 2023 yang tercatat 1.577.255 pasangan menikah. Selanjutnya pada 2024 kembali turun lagi, tinggal 1.478.302 pasangan. Menurunnya angka pernikahan tersebut disebabkan banyak faktor. Selain masalah ekonomi, juga terkait dengan tren budaya asing yang diadopsi sebagian masyarakat Indonesia.
Sementara itu untuk kasus perceraian, angkanya masih tinggi. Pada 2021 lalu jumlah perceraian ada 447.743 kasus. Kemudian naik menjadi 516.344 kasus. Selanjutnya pada 2023 jumlah perceraian ada 463.654 kasus. Lalu di 2024 ada 446.359 kasus perceraian. Meskipun ada tren penurunan, tetapi angkanya masih cukup tinggi.
Masalah tingginya kasus perceraian tersebut, disinggung Menag Nasaruddin Umar dalam paparan 1 tahun pencapaian kementerian yang diapimpin di Jakarta (21/10). ’’(Sekitar) 35 persen dari jutaan yang menikah itu cerai. Ini harus kita buat ketahanan keluarga,’’ kata dia.
Nasaruddin mengatakan, untuk menekan angka perceraian dan membangun ketahanan keluarga, sebanyak 17.266 pasangan sudah diberikan pembinaan keluarga. Baik dalam bentuk bimbingan keluarga sakinah untuk keluarga Islam.
Kemudian bimbingan keluarga sukinah untuk pasangan Hindu. Termasuk juga bimbingan Hittasukhaya bagi pasangan Buddha. Nasaruddin mengatakan membuat keluarga yang kuat adalah bagian dari dakwah sosial. ’’Ajaran agama hadir bukan hanya di rumah ibadha. Tetapi di ruang publik seperti berbagi makanan, menjaga kesehatan, dan memperkuat keluarga,’’ tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, diantara upaya menangai masalah angka pernikahan turun dan mengurangi kasus perceraian adalah sosialisasi keluarga sakinah sejak usia dini. ’’Kita mulai masuk pada anak-anak usia sekolah, seperti jenjang SMA atau Madrasah Aliyah. Termasuk di jenjang perguruan tinggi,’’ katanya. Menurut Abu pengenalan keluarga sakinah sejak usia dini sangat penting. Sehingga benar-benar siap untuk membuka lembaran baru, yaitu berkeluarga.
Abu menuturkan selama ini yang menonjol dilakukan adalah bimbingan perkawinan bagi pasangan yang sudah mendaftar menikah di KUA. Upaya tersebut akan diperluas dengan cara ditarik ke belakang. Yaitu melakukan kampanye keluarga sakinah sejak jenjang SMA sederajat.
Abu mengatakan sosialisasi keluarga sakinah di luar pasangan yang akan menikah di KUA itu disesuaikan dengan anggaran Kemenag. Dia berharap ada keterlibatan pemda, baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota untuk mendukung program tersebut. ’’Perlu dikeroyok bersama-sama,’’ tuturnya.
Dalam beberapa kesempatan Abu menegaskan bahwa ketahanan keluarga itu sangat penting. Keluarga adalah cerminan dari bangsa, namun dalam lingkungan paling kecil. Ketika keluarga itu kuat, maka bangsanya juga ikut kuat.
Kasus perceraian harus bisa ditekan sekecil mungkin. ’’Penyuluh kami door to door melakukan bimbingan pasca pernikahan. Tentu masuknya lewat silaturahmi,’’ tuturnya. Nantinya dengan pengalaman yang banyak, para penyuluh tersebut diharapkan bisa mengatasi masalah pada keluarga yang didatangi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022