
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam peluncuran Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri di Jawa Timur pada Rabu (20/11). (Puspen TNI)
JawaPos.com - Ketahanan pangan nasional menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Dikerjakan bersama-sama oleh sejumlah kementerian dan lembaga, Polri dinilai turut memberi sumbangsih terhadap program tersebut.
Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB Haidar Alwi menyampaikan bahwa program ketahanan pangan nasional sangat penting, apalagi di tengah ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga pangan dunia.
Menurut dia swasembada pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan 2 program yang tepat untuk dijalankan.
”Salah satu aktor kunci di balik keberhasilan awal dua program tersebut bukan berasal dari kementerian teknis semata, melainkan lembaga keamanan,” ungkap dia dalam keterangan resmi pada Senin (20/10).
Menurut Haidar, Polri di bawah kendali Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo berperan membantu ikhtiar menuju swasembada pangan di Indonesia.
Menurut dia, itu menunjukkan bahwa paradigma keamanan nasional tidak lagi sebatas menjaga ketertiban masyarakat, tetapi juga menjamin ketahanan pangan.
Berdasar pengamatannya, satu tahun belakangan Polri menunjukkan pendekatan ilmiah dan kolaboratif dalam membantu pelaksanaan program tersebut.
Pemanfaatan bibit unggul hibrida P27 dan pupuk tekno MIGO Presisi Bhayangkara menjadi contoh nyata. Hasilnya, panen yang semula hanya 4 ton per hektare menjadi rata-rata 9 hingga 14 ton per hektare.
”Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan representasi efisiensi dan kemandirian baru dalam sektor pertanian yang selama ini terjebak dalam ketergantungan terhadap impor,” kata Haidar.
Pendiri Haidar Alwi Institute itu menjelaskan bahwa Polri tidak berhenti pada peningkatan produktivitas lahan, melainkan juga ikut membangun kapasitas manusia dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Rekrutmen bintara khusus pertanian menjadi bentuk sinergi konkret antara profesionalisme kepolisian dan penguatan sumber daya pertanian nasional.
”Mereka tidak hanya aparat penegak hukum, namun juga pendamping dan penggerak masyarakat desa untuk memanfaatkan potensi lahan dengan pendekatan ilmiah,” jelasnya.
Selain itu, lanjut dia, Korps Bhayangkara juga membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 provinsi dengan total kapasitas gudang mencapai angka 18 ribu ton.
Menurut Haidar, fasilitas itu menjadi salah satu tonggak penting dalam sistem logistik pangan nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
