Ketua LDNU Maman Imanulhaq
JawaPos.com-Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mengecam keras tayangan program Xpose di Trans7 yang menampilkan situasi di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Baca Juga: 15 Teknokrat Palestina akan Pimpin Gaza Pasca-Perang, Dunia Siapkan Dana Rp 1.100 T untuk Pemulihan
Menurutnya, salah satu episode program tersebut tidak hanya melecehkan pondok pesantren dan para ulama, tetapi juga mencerminkan lemahnya standar etika jurnalistik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga penyiaran nasional.
“Tayangan itu bukan hanya bersifat tendensius untuk memojokkan institusi pesantren, namun juga merupakan karya jurnalistik yang berkualitas rendah dan tidak mendidik,” kata Maman kepada wartawan, Rabu (15/10).
Ia menilai, konten yang ditayangkan telah menggiring opini publik secara sepihak dan merusak citra pesantren di mata masyarakat luas. Menurutnya, tayangan tersebut tidak memenuhi prinsip dasar jurnalisme yang adil dan berimbang.
“Tidak ada keadilan dalam tayangan tersebut. Trans7 mengambil cuplikan-cuplikan footage, lalu menggunakannya tanpa menjelaskan konteks dan situasi dalam tayangan itu. Gambar-gambar itu diframing dengan narasi a la infotainment yang mengedepankan sensasi, bukan kebenaran dan fakta lapangan,” paparnya.
Ia menegaskan, pesantren bukanlah objek hiburan, melainkan lembaga pendidikan yang memiliki kontribusi besar bagi masyarakat kecil.
“Pesantren bukan hiburan. Pesantren didirikan untuk mendidik, terutama anak-anak miskin yang orang tuanya berpenghasilan seadanya. Tentu saja masih banyak kekurangan di sana sini yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Karena itu, Maman mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk segera memanggil dan memeriksa Trans7 serta menghentikan sementara program Xpose hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap isi dan proses produksinya.
“Saya mendesak KPI agar turun tangan memanggil, memeriksa dan menyetop sementara program Xpose,” tegasnya.
Ia juga meminta Dewan Pers menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil pihak yang terlibat, serta mendorong Trans7 membuat tayangan yang lebih edukatif, inspiratif, dan objektif mengenai kehidupan pesantren.
Sebagaimana diketahui, sejak Senin (13/10) malam, tagar #BoikotTrans7 ramai di media sosial sebagai bentuk protes terhadap episode Xpose Uncensored yang dianggap menyinggung kehidupan santri di Lirboyo.
Segmen yang memicu kemarahan publik itu menampilkan judul provokatif, “Santrinya minum susu aja kudu jongkok, emang gini kehidupan di pondok?”, yang dinilai merendahkan martabat santri dan melecehkan nilai-nilai luhur pondok pesantren. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022