
Lokasi Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (Pesantren Al Falah Kediri/Antara)
JawaPos.com–Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, memutuskan untuk 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Hal itu berdasar hasil penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah Kediri.
Hal tersebut diumumkan salah satu dewan Mufattisy atau penasehat di Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Yai Ma'shum, dalam siaran secara daring.
”Untuk awal Syawal 1447 Hijriah, jatuh Jumat Legi, tanggal 20 Maret 2026 dengan pertimbangan ijtima akhir Ramadhan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, pada 17 WIB dengan tinggi hilal 05 derajat 12 daqiqah,” kata dewan Mufattisy dikutip dalam siaran tersebut dilansir dari Antara, Rabu (18/3).
Baca Juga: Dua Pemotor Tewas Ditabrak Truk Boks di Jalur Mudik Sumedang, Satu Pemudik Tewas di Nagreg
Dia mengungkapkan keputusan tersebut berdasarkan penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri. Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri sebelumnya juga menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah, pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026 Masehi dengan pertimbangan ijtima akhir bulan Syaban terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 17.52 WIB dengan tinggi hilal 11 derajat 57 daqiqah.
Salah seorang pengajar di Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Gus Mahsus mengatakan, keputusan tersebut diambil mengacu pada sistem kalender falakiyah yang telah disusun.
”Setiap menjelang hari raya, pondok banyak telepon dari masyarakat yang menanyakan pelaksanaan Idul Fitri. Untuk itu dibuatkan kalender sebagai pedoman,” ujar Gus Mahsus.
Dia menegaskan, keputusan ini diperuntukkan lebih kepada komunitas sendiri, yang bisa dijadikan pedoman bagi kalangan internal dan alumni pesantren. Keputusan ini juga berbeda dengan keputusan yang diambil Pesantren Lirboyo, Kediri.
Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH Abdul Muid Shohib menegaskan, Pesantren Lirboyo tetap konsisten berpegang pada fiqh mu’tabar dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri. Prinsip yang digunakan adalah hisab sebagai landasan perhitungan awal dan rukyah sebagai penentu, sebagaimana menjadi acuan pemerintah dalam pelaksanaan sidang isbat.
Dia menambahkan, pihaknya juga tidak merasa perlu mengumumkan awal Ramadhan maupun Idul Fitri sebelum keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat ditetapkan. Menurut Gus Muid, Pesantren Lirboyo Kediri memandang keputusan isbat pemerintah merupakan panduan yang paling membawa kemaslahatan, khususnya ketika terjadi perbedaan pandangan di tengah umat Islam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
