
Kondisi tujuh anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING. (Istimewa)
JawaPos.com - Kisah memilukan dialami tujuh anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT SHI XING. Selama tiga bulan mereka terombang-ambing di perairan Myanmar tanpa kepastian, tanpa gaji, dan bahkan sempat kehabisan bahan makanan.
Chief Engineer kapal MT SHI XING, Riski, memohon perhatian dari pemerintah Indonesia, termasuk KBRI Yangon, Kemenlu, Bakamla, hingga KP2MI, agar segera mengevakuasi mereka.
"Kondisi fisik dan mental ABK sudah terganggu. Keluarga juga sangat menghawatirkan keadaan kami di kapal dan kami juga sedih melihat keluarga kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena gaji kami selama tiga bulan ini tidak dibayar," ujar Riski kepada JawaPos.com, Sabtu (11/10).
Makan Nasi Tanpa Lauk, Minum Air Hujan
Kondisi kru kapal benar-benar memprihatinkan. Menurut Riski, sejak 25 September hingga 4 Oktober 2025, bahan makanan di kapal habis.
"Sembilan hari itu kami hanya makan nasi tanpa lauk dan minum air menggunakan air hujan yang kami tampung," katanya.
Bantuan bahan makanan baru dikirim oleh pihak agen setelah KBRI menindaklanjuti laporan mereka pada 1 Oktober 2025.
Dijanjikan Docking di Myanmar, Tapi Tak Kunjung Terjadi
Awalnya, para ABK dijanjikan kapal akan masuk ke galangan (docking) di Yangon, Myanmar. Namun hingga kini, janji itu tak pernah terwujud.
"Kami benar-benar sudah lelah dengan semua ini yang hanya dijanji-janjikan pihak owner," ungkap Riski.
Meski menghadapi tekanan berat, seluruh kru masih berusaha menjaga kondisi kapal agar tetap berfungsi. Kapten dan Chief Officer menjaga situasi tetap kondusif, juru mudi memasak serta membersihkan kapal, sementara kru mesin terus merawat generator dan pompa agar peralatan vital tetap bekerja.
Tiga Bulan Tanpa Gaji, ABK Putus Asa
Dalam sebuah video terbukanya para kru MT SHI XING menyampaikan empat poin permohonan mendesak:
Selama tiga bulan tidak menerima gaji dan kondisi keluarga di rumah sudah sangat sulit.
Kepastian kapal untuk docking selalu ditunda tanpa alasan jelas. Kondisi fisik dan mental terganggu akibat tekanan dan ketidakpastian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022