
Suasana pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Bendungan Hilir 12 Pagi, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (26/9)/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menyambut baik langkah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang menyalurkan 4,8 juta butir multivitamin kepada sekitar 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jakarta. Namun, ia mengingatkan pentingnya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan tersebut berjalan sesuai koridor sistem kesehatan nasional.
"Saya menghargai langkah Kementerian Pertahanan yang ingin berkontribusi dalam memperkuat ketahanan kesehatan rakyat melalui distribusi multivitamin ke Dapur Makan Bergizi (MBG). Semangat baik tersebut harus tetap berada dalam koridor sistem kesehatan nasional," kata Nurhadi kepada wartawan, Selasa (7/10).
Ia menekankan distribusi obat dan vitamin tidak sekadar kegiatan logistik, tetapi menyangkut aspek keselamatan publik. Karena itu, ia meminta agar Kemhan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjalankan program MBG.
"Sebagaimana diatur oleh undang-undang dan dikoordinasikan dengan kementerian serta lembaga teknis yang berwenang, seperti Kemenkes dan BPOM," ucapnya.
Menurutnya, setiap produk yang dikonsumsi masyarakat harus melalui proses uji, pengawasan, dan sertifikasi ketat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan. "Tanpa koordinasi dengan Kemenkes dan BPOM, niat baik bisa berujung pada persoalan serius di lapangan," tegasnya.
Nurhadi juga menyoroti pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam proses distribusi. Ia meminta pemerintah membuka data penerima manfaat secara jelas, memperkuat sistem pengawasan lapangan, dan memastikan seluruh rantai distribusi berada di bawah kendali lembaga kompeten.
"Kita belajar dari kasus-kasus sebelumnya di mana program serupa menimbulkan potensi penyimpangan, bahkan masalah kesehatan akibat produk yang belum terverifikasi," urainya.
Lebih jauh, Nurhadi menegaskan bahwa ketahanan kesehatan rakyat harus dibangun secara berkelanjutan, aman, dan berbasis sistem nasional. "Maka sinergi antar-kementerian dan lembaga harus dijalankan dengan peran yang proporsional dan saling melengkapi, bukan saling tumpang tindih," pungkasnya.
Diketahui, Kemhan menyalurkan 4,8 juta butir multivitamin bernama Vitarma, produk dari Pusat Farmasi Pertahanan dan Pabrik Obat Pertahanan Negara di bawah Kemhan. Penyaluran dilakukan bersamaan dengan dukungan kepada program MBG dan kebutuhan prajurit TNI dalam rangka HUT ke-80 TNI.
Selain itu, Kemhan juga menyerahkan 17,4 juta butir obat kepada Kementerian Koperasi dan UKM untuk didistribusikan melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) di seluruh Indonesia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022