
Aktivitas Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat saat menyiapkan makanan pada penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya/(Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com — Di sebuah gang sempit di kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, deretan rumah tampak berjejal. Jemuran pakaian menggantung rendah di atas kepala, sementara motor-motor parkir rapat menutupi sebagian jalan setapak.
Di balik sempitnya lorong khas permukiman padat Jakarta tersebut, aktivitas sosial tetap hidup, terutama lewat Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07 yang diketuai oleh Karmini. “Penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di sini ada 60 orang, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” ujar Karmini saat ditemui Jawapos.com, Jumat (26/9).
Program MBG hadir di tengah kebutuhan warga yang sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah. Menurut Karmini, warga yang rajin menimbang anak di posyandu menjadi prioritas penerima manfaat. “Kalau dia rajin nimbang, baru kita kasih,” kata wanita yang kini berusia 61 tahun tersebut.
Suasana pembagian MBG kerap menjadi momen kecil yang berarti di gang sempit itu. Ibu-ibu dengan bayi gendongan berbalut kain mendekat, menerima paket MBG yang dibawa dengan gerobak oleh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bendungan Hilir sejak pukul 9.30 WIB. Karmini bersama kader lainnya lalu membagikan satu per satu paket kepada penerima.
Meski sederhana, ada suka duka tersendiri. “Kadang orangnya sudah dipanggil, tapi nggak datang. Kita balik lagi panggilin. Kita tunggu sampai habis MBG-nya,” tutur Karmini.
Rasa lelah itu terbayar dengan kekompakan para kader, mulai dari Jumantik hingga Posyandu, yang saling menopang peran masing-masing. Bagi Karmini, kualitas makanan MBG sudah cukup membantu, meski ia berharap bisa lebih menyesuaikan dengan kebutuhan balita.
Ketua Posyandu Nusa Indah Pos 2 RW07, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Karmini. (Foto: Dimas Choirul/Jawapos.com).
“Kalau namanya snack, pasti anak-anak suka. Tapi kalau makanan, ada yang cocok ada yang enggak. Jadi harapannya ke depan bisa lebih pas untuk balita yang kita data,” katanya.
Perluas Jangkauan
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan MBG ke daerah lain. Program ini dirancang agar siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh wilayah mendapat akses makanan sehat yang setara.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung agar sinergi ini berdampak nyata bagi masyarakat.
“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
