
ILUSTRASI. Bakteri E.coli di air minum konsumsi. (Rayne Water)
JawaPos.com - Lebih dari 70 persen rumah tangga di Indonesia masih mengonsumsi air yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli atau biasa disebut E. coli. Bakteri tersebut merupakan bakteri berbahaya yang dapat memicu diare akut, keracunan makanan, hingga infeksi saluran kemih.
Fakta ini menegaskan bahwa persoalan air bersih di Indonesia bukan sekadar isu lingkungan, melainkan masalah kesehatan publik yang serius. Butuh penanganan tidak hanya bentuk tindakan medis, tapi literasi hingga pendidikan mendasar.
Data nasional mencatat hanya 11,8 persen rumah tangga yang benar-benar memiliki akses air minum layak dan aman. Artinya, jutaan keluarga setiap hari masih berisiko terpapar penyakit akibat air tercemar.
Ironisnya, di tengah ancaman tersebut, literasi masyarakat tentang bahaya air kotor masih sangat minim, terutama di kalangan anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus.
Melihat situasi ini, sejumlah akademisi dan pegiat lingkungan meluncurkan program Generasi Cerdas Lingkungan (Gencerling) sejak 2023. Program ini berupaya mengisi kekosongan kurikulum dengan menghadirkan pendidikan ketahanan air berbasis Problem-Based Learning (PBL), yang mendorong siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami langsung risiko kesehatan akibat air tercemar.
“Air yang kita minum hari ini bisa membawa penyakit esok hari jika tidak dikelola dengan benar. Melalui pendidikan sejak dini, anak-anak diajak menjadi agen perubahan di komunitasnya,” jelas Dr. Cindy Rianti Priadi, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Indonesia sekaligus Pembina CEST Indonesia melalui keterangannya.
Hingga 2025, Gencerling mengklaim telah melibatkan lebih dari 669 guru dan 8.502 siswa di berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua. Guru-guru yang dilatih membawa modul ini ke sekolah masing-masing, mengajarkan cara sederhana menguji kualitas air, mengenali potensi pencemaran, hingga mengedukasi bahaya bakteri berbahaya yang kerap tersembunyi dalam air sehari-hari.
Di beberapa sekolah, siswa bahkan dilibatkan sebagai 'jurnalis kecil' yang mendokumentasikan kondisi air di sekitar desanya, membuktikan bahwa literasi air bisa sekaligus menjadi gerakan sosial dan kesehatan masyarakat.
Laporan Bappenas 2020 memperkirakan Sumatera Selatan, NTB, dan Sulawesi Selatan akan mengalami krisis air pada 2045. Sementara Jawa dan Bali diproyeksikan memasuki status langka hingga kritis. Jika tren ini berlanjut, proporsi wilayah krisis air akan meningkat dari 6 persen (2000) menjadi hampir 10 persen (2045).
Kondisi tersebut mempertegas bahwa krisis air bukan hanya ancaman ekologis, tapi juga epidemiologis. Air yang tercemar bakteri bisa memicu gelombang penyakit menular, terutama di wilayah dengan literasi kesehatan rendah.
Sebagai wadah kreativitas, Gencerling juga membuka ruang digital bagi siswa untuk berbagi karya seputar isu air. Hingga September 2025, tercatat 525 karya siswa berupa artikel, puisi, video, hingga laporan observasi lingkungan diunggah secara daring, bahkan dari wilayah yang minim akses internet.
Puncak kegiatan Gencerling akan digelar pada 10 Oktober 2025. Acara ini terbuka untuk publik dan akan memamerkan 100 karya terbaik siswa secara virtual selama enam bulan, sembari mengingatkan kembali bahwa air bersih adalah isu kesehatan paling mendasar yang tak boleh diabaikan.
Namun demikian, dibalik semua pencapaian ini, tantangan besar masih menanti: bagaimana memastikan literasi air tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjalar ke masyarakat luas yang masih abai terhadap bahaya air tercemar?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022