Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 05.52 WIB

Tak Ingin MBG Terus Berpolemik, Komisi IX DPR Dorong Pemanfaatan Dapur Sekolah

Ilustrasi pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh guru kepada siswa. (Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh guru kepada siswa. (Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menyampaikan keprihatinan atas kembali terjadinya kasus keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden terbaru menimpa siswa-siswi SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden keracunan di SDN 01 Gedong, Pasar Rebo, yang berasal dari program MBG,” kata Charles kepada wartawan, Selasa (30/9).

Menurut Charles, kasus tersebut bukanlah yang pertama. Dalam dua hari terakhir, peristiwa serupa juga terjadi di Ciamis dan Lampung. 

“Keracunan akibat MBG terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir. Ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola program,” ujarnya.

Legislator dari Dapil DKI Jakarta III itu menegaskan, pemerintah tidak boleh menganggap kasus ini sekadar insidental. 

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah taruhan yang tidak bisa dinegosiasikan,” tegasnya.

Charles mendesak pemerintah melakukan langkah konkret, termasuk menghentikan sementara penambahan dapur baru sampai evaluasi menyeluruh dilakukan. Ia juga menuntut adanya audit ketat dan independen terhadap seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari bahan baku, produksi, penyimpanan, hingga distribusi.

Charles mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan pemanfaatan dapur sekolah sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurutnya, model ini bisa lebih efektif, transparan, serta mudah diawasi guru, orang tua, dan masyarakat.

“Pemerintah bisa belajar dari Jepang dan Tiongkok yang puluhan tahun berhasil menjalankan program makan siang berbasis dapur sekolah dengan pengawasan orang tua murid,” ujarnya.

Lebih lanjut, Charles mengusulkan mekanisme penyajian makanan dengan sistem prasmanan di sekolah agar kualitas tetap terjaga. 

“Dengan anggaran yang ada, sekolah bisa menyajikan makanan hangat dan segar, bukan ribuan paket massal yang berisiko basi,” pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore