Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 September 2025, 18.04 WIB

Perubahan Iklim Kian Nyata, Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Lewat Festival Keberlanjutan

Ilustrasi perubahan iklim suhu bumi terasa makin panas. (ZDF Studios). - Image

Ilustrasi perubahan iklim suhu bumi terasa makin panas. (ZDF Studios).

JawaPos.com-Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah dirasakan masyarakat di seluruh dunia. Menurut laporan World Meteorological Organization (WMO) pada 2024, tercatat sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah pencatatan iklim modern. 

Suhu ekstrem, cuaca tak menentu, banjir bandang, kekeringan langsung bisa dirasakan. Bahkan dampak paling ngeri, menyebabkan krisis pangan yang kini semakin sering muncul.

Penyebab utamanya berlapis mulai dari emisi karbon akibat konsumsi energi fosil, deforestasi, produksi sampah plastik, hingga pola konsumsi berlebihan yang menekan daya dukung lingkungan. 

Berbagai riset menunjukkan bahwa jika tren emisi global tidak ditekan, target membatasi pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celcius akan semakin sulit tercapai. Situasi ini menuntut aksi nyata. Bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta, komunitas, akademisi, hingga individu. 

Salah satu bentuk kolaborasi lintas sektor tersebut diwujudkan dalam Langkah Membumi Ecoground 2025, sebuah festival keberlanjutan yang akan digelar di Taman Kota Peruri, Jakarta Selatan, pada 8–9 November 2025.

Mengusung tema CollaborAction for the Earth, acara ini dirancang sebagai ruang bertemu bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas isu lingkungan, membangun kesadaran publik, sekaligus menawarkan solusi praktis. 

Konsepnya mencakup diskusi bersama ahli, pameran produk berkelanjutan, lokakarya pengelolaan sampah, hingga aktivitas olahraga ramah lingkungan.

Data Populix 2025 menunjukkan, 94 persen masyarakat Indonesia berolahraga setidaknya sekali seminggu, dan 18 persen di antaranya tergabung dalam komunitas olahraga. Tren gaya hidup aktif inilah yang kemudian dilihat sebagai pintu masuk untuk menyebarkan kesadaran keberlanjutan bahwa menjaga kesehatan tubuh bisa sejalan dengan menjaga kesehatan bumi.

Dalam pra acara bertajuk Langkah Membumi Networking: Move for Good, sejumlah tokoh publik, pengusaha, pegiat lingkungan, serta komunitas olahraga, sepakat bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil yang konsisten.

Mulai dari mengurangi plastik sekali pakai, memilih transportasi umum, hingga mengatur konsumsi agar tidak memicu food waste. Entrepreneur sekaligus pegiat olahraga Sandiaga Uno menekankan bahwa industri kreatif dan olahraga memiliki daya tarik besar untuk menggerakkan perubahan.

 “Olahraga, seni, musik, hingga desain adalah bahasa universal yang bisa menyatukan banyak pihak. Inilah kekuatan kolaborasi untuk melahirkan dampak nyata bagi bumi,” ujar Sandiaga Uno yang juga mantan Menteri Pariwisata itu.

Rangkaian festival juga akan menyertakan gerakan kolektif Membumi Run dari Blibli Tiket Action, di mana setiap kilometer lari peserta dikonversi menjadi donasi penanaman mangrove. Upaya ini diklaim sejalan dengan langkah rehabilitasi pesisir yang dibutuhkan Indonesia mengingat kerentanan terhadap kenaikan muka air laut.

Para penyelenggara menegaskan, keberlanjutan tidak harus dimulai dari aksi besar yang mahal. Justru perubahan gaya hidup sehari-hari yang sederhana, jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, akan menciptakan dampak jangka panjang. 

Dengan begitu, transisi menuju eco-conscious lifestyle bisa menjadi gerakan kolektif, bukan sekadar wacana.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore