Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 September 2025 | 22.20 WIB

Cak Imin Sebut Pidato Prabowo di Sidang PBB Terbaik Setelah Bung Karno

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. (Istimewa)

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin memberikan apresiasi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) New York, Amerika Serikat, pada Selasa (23/9). Menurutnya, pidato tersebut menjadi yang terbaik setelah pidato legendaris Presiden pertama RI, Soekarno.

“Saya kira presiden yang berhasil pidato dengan baik setelah Bung Karno, hanya Pak Prabowo, jujur saja. Diplomasi, pilihan katanya, isu dan temanya, komitmen kepeduliannya, Pak Prabowo, Bung Karno baru di PBB,” kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (24/9).

Ia menegaskan, sejauh ini belum ada presiden Indonesia yang mampu menampilkan kapasitas luar biasa seperti Bung Karno dan Prabowo di forum internasional tersebut. 

“Belum ada presiden sehebat Bung Karno dan Pak Prabowo di forum PBB yang tertinggi. Isinya clear, jelas. Pesannya sangat efektif. Bisa dilaksanakan. Komitmennya tinggi. Bahkan, salah satu poinnya, saya baru dengar bahwa beliau ternyata selalu terinspirasi oleh Nelson Mandela,” ujarnya.

Cak Imin juga menyinggung sikap Prabowo yang menjunjung tinggi semangat rekonsiliasi dan dialog dalam menyikapi konflik global. Ia menilai, hal ini sejalan dengan teladan tokoh dunia seperti Mandela. 

“Makanya saya yang bersaing di Pilpres saja, diajak untuk bergabung di pemerintahan, ternyata beliau memang membawa ke dunia, dia memberi contoh pentingnya negosiasi, rekonsiliasi, dialog untuk mengatasi Palestina,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Cak Imin menekan langkah yang ditawarkan Prabowo soal perdamaian Palestina patut mendapat perhatian dunia. Ia menyebut solusi yang dikemukakan Presiden RI tersebut bukan hanya retorika, melainkan sikap politik yang jelas. 

“Ini sebuah solusi yang sangat luar biasa. Kalau mau Israel diakui Indonesia, akui dulu Palestina,” tegasnya.

Dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum PBB, Prabowo menyoroti penderitaan rakyat Palestina di Gaza, Palestina. Prabowo menyerukan solusi damai melalui prinsip dua negara. 

Menurutnya, Indonesia memiliki kewajiban moral dan historis untuk berdiri di sisi Palestina. "Indonesia tahu betul arti perjuangan kemerdekaan, arti keadilan, serta arti solidaritas antarbangsa. Dulu, negara-negara lain berdiri bersama kita. Kini, Indonesia berdiri untuk Palestina," ujar Prabowo saat menyampaikan pidato forum internasional tersebut.

Prabowo menilai, kondisi di Gaza saat ini sudah mencapai titik bencana kemanusiaan. Ia menggambarkan bagaimana jutaan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, harus menghadapi penderitaan, kelaparan, hingga trauma berkepanjangan akibat serangan yang tiada henti.

"Apakah kita akan diam saja? Apakah tidak ada jawaban bagi tangisan anak-anak Palestina? Dunia harus bertindak sekarang," tuturnya.

Prabowo menekankan komitmen Indonesia untuk berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dunia. Bahkan, Indonesia siap mengirim hingga 20 ribu pasukan penjaga perdamaian bila diperlukan, termasuk ke Gaza, Ukraina, Sudan, atau Libya.

"Kami akan mengambil tanggung jawab, bukan hanya dengan tenaga, tetapi juga dengan dukungan finansial. Ini adalah kewajiban moral bagi Indonesia," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore