Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 September 2025, 03.13 WIB

Kakorlantas Polri Irjen Agus: Polantas Bukan Hanya Mengatur Lalu Lintas, Tapi Menyelamatkan Nyawa

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho. (Korlantas Polri). - Image

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo Nugroho. (Korlantas Polri).

JawaPos.com - Polisi Lalu Lintas (Polantas) genap berusia 70 tahun pada 22 September 2025. peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara tahun ini mengusung tema Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Asta Cita Indonesia Emas.

Tema tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Polantas sejak berdiri pada 22 September 1955. Sebelum era tersebut, polantas sebetulnya sudah ada sejak era kolonial, tepatnya 1915. Saat itu bernama Voer Wesen yang kemudian dikenal sebagai Verkeerspolitie. Setelah kemerdekaan Indonesia dibentuklah Seksi Lalu Lintas Jalan di bawah Kepala Jawatan Kepolisian Negara melalui Order No. 20/XVI/1955.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, polantas adalah garda terdepan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Terutama dalam dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Tugas besar Polantas bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi menyelamatkan nyawa, khususnya generasi muda, agar bangsa tidak kehilangan aset berharga di jalan raya,” ujar Agus, Rabu (17/9).

Refleksi tujuh dekade Polantas tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari pertumbuhan kendaraan bermotor, kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi, terutama menimpa Gen Z, perilaku berkendara berisiko, hingga tuntutan transparansi pelayanan publik. 

Di bidang Regident meliputi digitalisasi layanan SIM, STNK, dan BPKB, yang berkontribusi pada peningkatan indeks kepercayaan publik Polri, dari 84,83 persen menjadi 94,92 persen.

Di bidang Kamseltibcarlantas meliputi program Polantas Menyapa, Pesantren Sahabat Lalu Lintas, penetapan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nasional (19 September), serta kampanye Indonesia menuju Zero Over Dimensi dan Over Load.

Di bidang Gakkum meliputi perluasan penerapan ETLE Nasional untuk penegakan hukum berbasis teknologi, cepat, dan transparan. Manajemen Arus Lalu Lintas, Pengelolaan arus mudik Idul Fitri dan libur Nataru diapresiasi Presiden RI Prabowo Subianto sebagai yang terbaik sepanjang sejarah, serta pengamanan lalu lintas HUT RI ke-80 berjalan lancar dan aman.

Agus juga menyoroti fakta bahwa korban kecelakaan lalu lintas masih didominasi Generasi Z yang lahir pada periode 1997–2012, terutama para pelajar pengguna sepeda motor. Perilaku berisiko seperti melanggar rambu, berkendara dengan kecepatan tinggi, atau abai terhadap keselamatan menjadi penyebab utama.

“Oleh karena itu, ke depan Polantas akan semakin memperkuat edukasi keselamatan di sekolah, pesantren, dan komunitas muda. Kita tidak boleh kehilangan generasi penerus bangsa hanya karena kecelakaan lalu lintas. Gen Z harus kita jaga, arahkan, dan jadikan pelopor keselamatan di jalan,” kata Agus.

“Tujuh puluh tahun Polantas adalah pengabdian panjang yang penuh dinamika. Kini saatnya Polantas menatap ke depan dengan tekad lebih kuat untuk menghadirkan lalu lintas modern, humanis, dan berkeselamatan, demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore