
Ruang kelas di SMP Negeri 75 Jakarta setiap pagi kini dipenuhi suasana berbeda. Sejak 6 Agustus 2025, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hadir di sekolah ini. (Istimewa)
JawaPos.com - Ruang kelas di SMP Negeri 75 Jakarta setiap pagi kini dipenuhi suasana berbeda. Sejak 6 Agustus 2025, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hadir di sekolah ini. Sebanyak 683 peserta didik dari kelas 7 hingga 9 mendapat jatah santapan bergizi setiap hari.
Plt Kepala Sekolah SMP Negeri 75 Jakarta, Gunawan Achmad, menyampaikan bahwa program ini langsung terasa manfaatnya, terutama bagi siswa penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
“Dengan adanya MBG ini, sedikit banyak orang tua pasti terbantu. Minimal mengurangi uang jajan,” ujarnya saat ditemui JawaPos.com, Jumat (13/9).
Lebih dari sekadar meringankan beban orang tua, kata Gunawan, MBG juga menyokong tumbuh kembang anak. “Kalau ini bisa berlangsung terus dalam durasi satu tahun, itu bisa kelihatan. Baik itu pertumbuhan fisik anak akan semakin tumbuh dan bagus, di samping juga perkembangan otaknya,” jelas Gunawan.
Meski tak bisa mengukur langsung kadar gizi, pihak sekolah mendapat jaminan dari dapur gizi yang dikelola tenaga ahli. Sebab, menu yang disajikan memiliki gizi seimbang dan bervariasi setiap hari. “Susunya juga dapat dua kali seminggu. Kalau ada burger biasanya dikasih susu. Hari Senin misalnya apa itu beda-beda. Setiap hari itu pasti beda,” tambahnya.
Kebahagiaan siswa juga nyata terlihat. Rafli, siswa kelas 8, mengaku antusias dengan program ini. “Enak makanannya, iya. Pengeluaran saya jadi nggak terlalu boros lah. Selain itu manfaatnya tubuh saya jadi lumayan segar gitu,” ungkapnya.
Siswa yang gemar pelajaran IPS ini bercita-cita menjadi anggota angkatan laut. “Jadi harapannya dengan adanya program MBG ini bisa lebih segar badannya terus sama otaknya juga lebih fresh,” katanya penuh semangat.
MBG dan Ruang Digital yang Aman untuk Anak
Program MBG bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh dalam menghadapi tantangan global di era digital.
Di mana, di tengah pesatnya arus informasi, ancaman terhadap kelompok rentan—terutama anak-anak—kian nyata, seperti misalnya konten berbahaya, manipulatif, hingga eksploitasi digital.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) telah mewajibkan platform digital untuk menyediakan fitur pembatasan usia. Menteri Komdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa PP Tunas tidak hanya melindungi anak-anak, tetapi menciptakan ruang digital yang aman untuk semua pengguna.
Suasana SMPN 75 Jakarta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (12/9). (Dimas Choirul/Jawapos.com.
“Ketika keamanan ekosistem digital diperkuat, yang diuntungkan bukan hanya anak-anak tapi juga semua orang yang berada di ranah digital. Kita ingin semua pihak nyaman, karena aturannya jelas seperti aturan main di pasar,” jelasnya dalam Podcast Merdeka di Jakarta Selatan, Jumat (2/5/2025).
PP Tunas secara khusus mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyaring konten yang berpotensi membahayakan anak-anak, menyediakan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta memastikan proses remediasi yang cepat dan transparan.
Selain itu, PP ini mengatur kewajiban PSE untuk memverifikasi usia pengguna dan menerapkan pengamanan teknis yang dapat memitigasi risiko paparan konten negatif. Bagi pelanggar, PP Tunas menetapkan sanksi administratif hingga pemutusan akses terhadap platform yang tidak patuh.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
