Elon Musk. (Reuters)
JawaPos.com - Dewan direksi Tesla kembali memicu perdebatan besar setelah mengajukan paket kompensasi senilai USD 1 triliun atau sekitar Rp 16,42 ribu triliun (kurs Rp 16.420 per dolar AS untuk mempertahankan Elon Musk sebagai CEO jangka panjang.
Usulan ini disampaikan dalam dokumen resmi perusahaan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) pada Jumat lalu. Langkah ini menandai episode baru dalam sejarah panjang paket kompensasi kontroversial Musk.
Setelah dua skema sebelumnya dipatahkan oleh pengadilan Delaware dan menuai kritik pemegang saham, Tesla kini kembali mempertaruhkan tata kelola perusahaan dengan target ambisius: Musk hanya akan memperoleh imbalan jika valuasi Tesla melonjak delapan kali lipat dalam sepuluh tahun mendatang.
Dilansir dari Fortune, Senin (8/9/2025), komite khusus kompensasi Tesla menegaskan rencana itu bukan sekadar pengulangan paket lama. “Ya, Anda membaca dengan benar. Pada 2018, Elon dituntut menumbuhkan nilai Tesla hingga miliaran dolar. Namun pada 2025, targetnya meningkat drastis: dia harus mendorong pertumbuhan Tesla hingga mencapai triliunan dolar. Secara spesifik, Musk harus menciptakan hampir 7,5 triliun dolar AS dalam nilai bagi pemegang saham agar bisa memperoleh seluruh penghargaan tersebut,” tulis komite dalam pernyataannya.
Komite menyebut paket itu “secara unik menantang Musk untuk memandu Tesla melalui fase pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sambil memastikan dia tetap memimpin selama bertahun-tahun ke depan.” Dalam proses tersebut, Musk dan saudaranya, Kimbal, menyatakan tidak ikut serta dalam pengambilan keputusan.
Hubungan Musk dengan kompensasi memang berbeda dari kebanyakan CEO. Sejak 2012, Tesla menautkan gajinya pada capaian produksi dan harga saham, bukan pada gaji tunai. Kesepakatan tahun 2018 bahkan berpotensi memberinya 56 miliar dolar AS, sebelum akhirnya dibatalkan hakim Delaware pada Januari 2024 karena konflik kepentingan dan lemahnya pengawasan dewan.
Kini, Tesla mencoba membangun kembali dengan target yang lebih ambisius. Komite menyebut sasaran baru mencakup pertumbuhan laba operasional (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization/EBITDA) atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, yang 28 kali lebih tinggi dibanding capaian tahun 2018, serta peluncuran produk inovatif, termasuk 1 juta robotaksi komersial dan 1 juta robot berbasis kecerdasan buatan.
Namun, kritik tak surut. Banyak pihak menilai Tesla terlalu bergantung pada figur Musk. Meski ambisi dan daya tariknya terbukti mendorong Tesla menjadi kekuatan global, gaya kepemimpinannya yang kontroversial dan keterlibatannya dalam berbagai usaha lain—mulai dari SpaceX hingga Neuralink—dinilai bisa mengalihkan fokus dari Tesla.
Pertanyaan yang lebih mendasar kini mencuat: dapatkah Tesla benar-benar tumbuh melampaui sosok Musk? Sebab, lebih dari satu dekade, merek Tesla begitu lekat dengan visinya. Dewan direksi kembali memilih kesinambungan, meski taruhannya adalah stabilitas tata kelola jangka panjang.
Bagi investor, usulan paket kuadriliunan rupiah ini menunjukkan paradoks Tesla: di satu sisi, perusahaan ini dibangun atas kepemimpinan yang nyaris tak tergantikan; di sisi lain, justru kepemimpinan itulah yang terus memicu perdebatan mengenai batas kewajaran kompensasi di dunia korporasi global. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
