
Elon Musk membuat 303 unggahan soal ras dan imigrasi menjelang pencatatan saham SpaceX di Nasdaq pada 12 Juni / Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Di saat SpaceX bersiap memasuki salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah industri teknologi, perhatian Elon Musk justru tersedot ke isu politik domestik negara lain. Alih-alih memusatkan komunikasi pada investor dan pasar, aktivitasnya di platform X lebih banyak berkaitan dengan debat panas mengenai ras dan imigrasi di Inggris.
Momentum ini menyoroti paradoks besar dalam fase krusial perjalanan bisnis Musk: ketika perusahaan yang dia pimpin menuju panggung pasar publik dengan valuasi yang berpotensi mencapai puluhan miliar dolar, percakapan digital sang pendiri justru mendominasi isu sosial-politik yang jauh dari inti bisnis SpaceX.
Melansir The Guardian, Senin (6/7/2026), fenomena tersebut terjadi dalam periode 31 Mei hingga 12 Juni 2026, saat ketegangan sosial di Inggris meningkat akibat serangkaian protes, kontroversi hukum, serta benturan politik terkait imigrasi. Pada saat yang sama, SpaceX tengah menuntaskan persiapan IPO yang pada akhirnya menghimpun sekitar USD 85,7 miliar atau sekitar Rp1.535 triliun (kurs Rp17.920 per dolar AS), melampaui target awal USD 75 miliar atau sekitar Rp1.344 triliun.
Analisis The Guardian terhadap unggahan Elon Musk menunjukkan bahwa dia mempublikasikan 303 postingan terkait ras dan imigrasi dalam periode tersebut, dengan sekitar tiga perempat di antaranya berkaitan langsung dengan politik Inggris. Pada periode yang sama, dia hanya menulis 114 unggahan terkait SpaceX, termasuk balasan dan repost, meski perusahaan tersebut berada di fase paling menentukan dalam sejarahnya.
Konteks politik Inggris saat itu turut memperkeruh situasi. Gelombang protes dan kekerasan dipicu oleh kasus hukum yang melibatkan Vickrum Digwa dan pembunuhan remaja Henry Nowak, yang kemudian berkembang menjadi perdebatan publik mengenai isu “anti-kulit putih” dalam penegakan hukum. Kerusuhan juga terjadi di Belfast, Irlandia Utara, setelah aksi penikaman memicu demonstrasi luas.
Di tengah kondisi tersebut, Musk aktif membagikan ulang konten politik Inggris, termasuk unggahan dari tokoh sayap kanan seperti Rupert Lowe yang menyerukan deportasi terhadap migran yang tidak mampu secara finansial. Dia juga menyoroti isu multikulturalisme dan dinamika sosial Barat, menjadikan X sebagai ruang amplifikasi debat politik yang semakin tajam.
Dalam salah satu interaksinya di X, Musk menulis, “Tidak ada hal lain yang penting jika peradaban runtuh.” Pernyataan ini menjadi salah satu unggahan paling banyak dibicarakan di tengah meningkatnya perhatian terhadap peran politiknya di platform tersebut.
Pernyataan dan aktivitas Musk itu kemudian memicu reaksi dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menilai keterlibatannya telah melampaui batas. Dia menyatakan, “Musk kembali mencampuri politik kami dalam beberapa hari terakhir dengan berupaya memecah belah masyarakat. Itu bukan jati diri Inggris.” Starmer menegaskan bahwa Inggris adalah masyarakat yang “rasional dan toleran” dalam menghadapi tragedi seperti kasus Nowak.
Lebih jauh, Musk juga diketahui memiliki kedekatan dengan figur kontroversial seperti Tommy Robinson, termasuk muncul dalam siaran langsung pada aksi “Unite the Kingdom” pada 2025. Dalam kesempatan tersebut dia menyampaikan pernyataan keras: “Entah Anda memilih kekerasan atau tidak, kekerasan akan datang kepada Anda. Anda melawan atau Anda mati.”
Sementara itu, peneliti dari London School of Economics, Michael Vaughan, menilai fenomena ini sebagai bentuk pengaruh baru kekuatan ekonomi terhadap politik global. Menurutnya, “Musk menjadi semakin penting dalam politik Eropa ketika kekayaannya bertumbuh secara eksponensial.” Dia menambahkan bahwa legitimasi yang diberikan figur seperti Musk membuat kelompok pinggiran politik memperoleh panggung yang lebih besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
