
Roket Falcon 9 milik SpaceX meluncurkan 24 satelit Starlink dari California, Amerika Serikat pada 15 Juni (Space News)
JawaPos.com - Dominasi SpaceX milik Elon Musk dalam industri antariksa kembali menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut memenangkan dua kontrak satelit besar dari Angkatan Antariksa Amerika Serikat (U.S. Space Force) senilai hampir USD 6,5 miliar atau sekitar Rp116,9 triliun (dengan kurs Rp17.970 per dolar AS).
Kontrak tersebut menjadi bagian dari upaya Washington mempercepat pembangunan jaringan antariksa berlapis yang mampu mendukung pengawasan global, komunikasi militer, hingga sistem pertahanan rudal.
SpaceX akan mengembangkan Space Data Network melalui unit bisnis pemerintahannya, Starshield, yang memanfaatkan teknologi dari jaringan satelit komersial Starlink. Namun, semakin besarnya peran SpaceX juga menimbulkan pertanyaan apakah konsentrasi proyek strategis pada satu pemasok dapat melemahkan persaingan industri antariksa Amerika.
Dilansir dari SpaceNews, Rabu (8/7/2026), Angkatan Antariksa AS memberikan kontrak senilai USD 4,16 miliar untuk pembangunan konstelasi satelit Airborne Moving Target Indicator (AMTI) guna menggantikan sebagian kemampuan pengawasan berbasis pesawat, serta kontrak USD 2,29 miliar untuk Space Data Network, jaringan komunikasi antariksa yang dirancang menghubungkan sensor, sistem komando, dan senjata pencegat. Kedua kontrak tersebut diumumkan dalam waktu berdekatan pada akhir Mei.
Baca Juga:SpaceX Kerahkan Insinyur Starlink dan Starship untuk Percepat Grok, Musk Perkuat Taruhan Besar di AI
Langkah Pentagon ini terjadi ketika pemerintah AS berupaya memperluas kemampuan militer di orbit rendah Bumi melalui konsep konstelasi satelit berjumlah besar. Sebelumnya, Space Development Agency (SDA) membangun Proliferated Warfighter Space Architecture (PWSA) dengan tujuan mengandalkan banyak pemasok, termasuk Lockheed Martin, Northrop Grumman, L3Harris Technologies, York Space Systems, Sierra Space, dan Rocket Lab. Model tersebut dirancang untuk menciptakan pasar kompetitif serta mengurangi ketergantungan pada satu perusahaan.
Namun, kebutuhan operasional yang semakin mendesak membuat Pentagon lebih mengutamakan kecepatan produksi dan kemampuan manufaktur skala besar. SpaceX dinilai memiliki keunggulan karena pengalaman membangun ribuan satelit Starlink secara massal. Kondisi ini membuat perusahaan tersebut mampu menawarkan kapasitas produksi yang sulit ditandingi oleh produsen satelit tradisional.
Meski mendukung modernisasi militer, sejumlah anggota Kongres memperingatkan agar Pentagon tidak mengorbankan kompetisi. Senator Chris Coons mengatakan, "Kami beruntung memiliki basis industri antariksa yang dinamis, tetapi basis tersebut masih rapuh. Terus memberikan kontrak besar kepada satu vendor dapat sangat merusak persaingan dan menjadi kesalahan serius bagi kepentingan jangka panjang kami."
Kekhawatiran serupa muncul dari pelaku industri. Dirk Wallinger menilai keberlanjutan banyak pemasok penting untuk menjaga kesehatan ekosistem antariksa Amerika.
"Kami sangat senang melihat Kongres mendukung persaingan, dan terdapat mekanisme kontrak yang tersedia, baik untuk sisi tidak terklasifikasi maupun terklasifikasi, yang mendukung banyak vendor," ujarnya kepada SpaceNews.
Di sisi lain, Pentagon menilai keterlibatan SpaceX merupakan respons terhadap tantangan baru, termasuk kebutuhan sistem pertahanan rudal Golden Dome for America yang diperkenalkan melalui perintah eksekutif Presiden Donald Trump pada 2025. Sistem tersebut membutuhkan jaringan komunikasi berkapasitas tinggi untuk mengirimkan data dari sensor menuju pusat komando dan sistem pencegat secara cepat.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
