
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengikuti Rapat Kerja bersama Banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/8/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akhirnya buka suara terkait penjarahan yang dilakukan di rumahnya di Bintaro, Jakarta Selatan pada Minggu (31/8) kemarin. Dia mengungkapkan terima kasih atas simpati hingga dukungan moral yang diutarakan kepada dirinya.
“Terima kasih atas simpati, doa, kata-kata bijak, dan dukungan moral semua pihak dalam menghadapi musibah ini,” kata Sri Mulyani seperti dilihat pada akun Instagramnya, @smindrawati, Senin (1/9).
Dia memahami pembangunan Indonesia adalah sebuah perjuangan yang tak mudah, terjal, dan sering berbahaya. Hal ini juga telah dirasakan oleh para pendahulu yang telah berjuang membangun Tanah Air. Menurutnya, politik adalah perjuangan bersama untuk tujuan yang mulia.
Disamping itu, sebagai pejabat negara, dirinya telah disumpah untuk menjalankan UUD 1945 dan semua UU. Tentunya hal ini bukan ranah pribadi, melainkan disusun dengan melibatkan pemerintah, DPR, DPD, dan partisipasi masyarakat secara terbuka dan transparan.
“Apabila publik tidak puas dan hak konstitusi dilanggar UU - dapat dilakukan Judicial Review (sangat banyak) ke Mahkamah Konstitusi. Bila Pelaksanaan UU menyimpang dapat membawa perkara ke Pengadilan hingga ke Mahkamah Agung. Itu sistem demokrasi Indonesia yang beradab pasti belum dan tidak sempurna. Tugas kita terus memperbaiki kualitas demokrasi dengan beradab tidak dengan anarki, intimidasi serta represi,” tukas dia.
Wanita yang sempat menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menegaskan tugas negara sejatinya harus dilakukan dengan amanah, kejujuran, integritas, kepantasan, kepatutan, profesional, transparan, akuntabel, dan tentunya dilarang untuk korupsi.
Menurutnya, tugas yang diembannya ini adalah kehormatan dan sekaligus tugas luar biasa mulia. Tugas yang tak mudah sekaligus sangat kompleks, memerlukan empati, kepekaan dalam mendengar dan memahami suara masyarakat lantaran menyangkut nasib rakyat dan masa depan bangsa Indonesia.
“Terimakasih kepada seluruh masyarakat umum termasuk netizen, guru, dosen, mahasiswa, media massa, pelaku usaha UMKM, Koperasi, usaha besar, dan semua pemangku kepentingan yang terus menerus menyampaikan masukan, kritikan, sindiran bahkan makian, juga nasihat. Juga doa dan semangat untuk kami berbenah diri. Itu adalah bagian dari proses membangun Indonesia,” jelas dia.
Tak lupa, dia turut meminta masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia, diantaranya dengan tidak merusak, membakar, menjarah, memfitnah, memecah belah, menaruh kebencian, kesombongan, serta melukai dan mengkhianati perasaan publik.
“Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki terus menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia,” tutupnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
