Gedung Grahadi di Surabaya (Dok. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jawa Timur)
JawaPos.com - Gedung Grahadi Surabaya terbakar saat aksi massa semalam, memicu perhatian publik karena bangunan ini merupakan cagar budaya bersejarah di Jawa Timur.
Api menghanguskan bagian atap serta sejumlah ruangan Gedung Grahadi, meski upaya pemadaman segera dilakukan oleh petugas damkar.
Insiden tersebut menambah daftar panjang peristiwa yang menimpa Grahadi, gedung bersejarah peninggalan kolonial yang hingga kini masih difungsikan pemerintah.
Dilansir dari laman DPRKPCK Prov. Jatim, berikut ini sejarah berdirinya Gedung Grahadi, yang sejak awal dibangun telah menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Timur.
Sejarah Panjang Gedung Grahadi
Gedung Grahadi awalnya dibangun pada abad ke-18 ketika Surabaya masih menjadi pusat aktivitas pemerintahan kolonial Belanda di Jawa Timur.
Pembangunan gedung dimulai sekitar tahun 1795 atas perintah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, yang ingin menyediakan tempat resmi untuk acara pemerintahan.
Arsitekturnya memadukan gaya Indische dengan sentuhan neoklasik Eropa, menampilkan pilar-pilar tinggi, balkon luas, dan taman depan yang rapi serta simetris.
Dilansir dari laman incar.jatimprov.go.id, Grahadi semula digunakan sebagai rumah residen Belanda yang menjabat di Surabaya.
Nama “Grahadi” diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti rumah negara, mencerminkan fungsi utama gedung sebagai pusat administrasi pemerintahan kolonial.
Seiring perjalanan waktu, Grahadi tidak hanya berfungsi sebagai kediaman pejabat, tetapi juga ruang pertemuan, jamuan resmi, hingga pusat kegiatan politik.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
