
Gedung Singa, salah satu cagar budaya di Surabaya kembali dihidupkan melalui pameran visual di momen bulan Pahlawan. (Istimewa)
JawaPos.com-Upaya pelestarian bangunan bersejarah kembali menjadi sorotan di Surabaya. Masih dalam momentum Bulan Pahlawan 2025, Gedung Singa, salah satu cagar budaya paling ikonik di kawasan Jembatan Merah, dihidupkan kembali melalui rangkaian pameran visual dan publik bertema Resonance of Light: Honoring the Past, Protecting the Future.
Acara yang berlangsung 20–28 November 2025 ini memanfaatkan teknologi immersive untuk menampilkan perjalanan sejarah Gedung Singa, bangunan yang dibangun pada 1901 dan dirancang arsitek ternama H. P. Berlage.
Selama bertahun-tahun, gedung ini menjadi simbol arsitektur kolonial di Surabaya, namun belum banyak ruang publik yang memanfaatkannya secara aktif.
Pemerintah Kota Surabaya melalui sejumlah dinas, mulai dari Disbudporapar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perekonomian, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika hingga Satpol PP, ikut terlibat dalam penyelenggaraan acara.
Dukungan ini sekaligus menjadi bagian dari agenda revitalisasi kawasan bersejarah di sekitar Jembatan Merah yang belakangan kian digencarkan.
Melalui Indoor Immersive Experience, pengunjung diajak menelusuri babak sejarah Gedung Singa lewat gabungan cahaya, suara, dan visual tiga dimensi. Konsep multisensori tersebut memberi cara baru menikmati ruang heritage, yang selama ini lebih sering diperlakukan sebagai objek statis.
“Warisan sejarah Gedung Singa tak pernah padam. Kami menghidupkan kembali semangat perjuangan dari masa lalu yang disimbolkan oleh dua patung singa di pintu masuk untuk melangkah menuju masa depan. Melalui immersive experience ini, kami ingin menghadirkan ruang publik yang hidup dan inspiratif bagi generasi hari ini,” ujar Mufri Dharmawan, Direktur Investasi IFG Life selaku penyelenggara.
Selain pameran visual, acara ini juga menghadirkan IFG Life Property Asset Showcase. Menampilkan sejumlah aset properti yang dikelola perusahaan di wilayah Surabaya dan Jawa Timur. Pameran bersifat informatif dan menjadi bagian dari rangkaian pengelolaan aset ruang kota.
“Melalui IFG Life Property Asset Showcase, kami ingin membuka kesempatan bagi masyarakat serta investor untuk melihat langsung aset-aset properti strategis yang berada di wilayah Surabaya dan Jawa Timur,” tambah Mufri.
Selama penyelenggaraan, area Gedung Singa juga dilengkapi zona interaksi publik, booth informasi, serta kuliner UMKM lokal untuk menarik keterlibatan masyarakat. Pendekatan ini menempatkan gedung heritage bukan hanya sebagai monumen sejarah, tetapi juga ruang aktivitas komunal.
Resonance of Light: Honoring the Past, Protecting the Future diselenggarakan di Gedung Singa, Jl. Jembatan Merah 19–23, Surabaya. Pameran dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat mulai 20–28 November 2025.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
