Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Agustus 2025 | 02.38 WIB

Dikritik Anggota DPR Andre Rosiade, Kemenhub Cek Ulang Studi Kelayakan Pemindahan Keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh dari Gambir ke Manggarai

Ilustrasi aktivitas penumpang di Stasiun Manggarai Jakarta. Kemenhub akan cek ulang studi kelayakan pemindahan titik keberangkatan KAJJ dari Stasiun Gambir ke Manggarai. (Pexels) - Image

Ilustrasi aktivitas penumpang di Stasiun Manggarai Jakarta. Kemenhub akan cek ulang studi kelayakan pemindahan titik keberangkatan KAJJ dari Stasiun Gambir ke Manggarai. (Pexels)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan akan mengecek ulang studi kelayakan rencana pemindahan titik keberangkatan kereta api jarak jauh (KAJJ) dari Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai.

Langkah tersebut dilakukan setelah Anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra Andre Rosiade mengkritik rencana pemindahan titik keberangkatan KAJJ itu. Menurut Andre, rencana itu terkesan dipaksakan dan tidak realistis.

"Ada seakan-akan pemaksaan dari Dirjen Kereta Api bahwa semua dipindah ke Stasiun Manggarai, saya melihat. Bahkan penumpang antar provinsi pun itu akan dipindah dari Gambir menuju Manggarai. Itu realistis nggak? hampir semua bilang enggak," kata Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) belum lama ini.

Menanggapi hal itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) mengaku akan menerima segala masukan yang ada. 

Dalam hal ini, pihaknya juga akan mengecek ulang studi kelayakan terkait rencana pemindahan itu.

"Kami menyambut baik setiap masukan yang ada, dan kami akan mengecek langsung lagi studi kelayakan dari Stasiun Manggarai ini," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Allan Tandiono dalam media briefing di kantornya, Kamis (21/8).

Dia menyampaikan, DJKA akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para operator, meliputi KAI dan juga Kereta Commuter Indonesia (KCI). Terlebih, kata dia, DJKA tetap meminta operator untuk fokus terhadap layanan kepada masyarakat.

"Kami akan berkoordinasi dengan pemda, dengan para operator. Di sini tentunya ada KAI dan KCI, karena fokus kami terhadap pelayanan kepada masyarakat," jelas Allan.

Andre Rosiade sebelumnya menyampaikan bahwa pemindahan dinilai tidak realistis, salah satunya karena tidak ada akses parkir yang memadai. Sementara, Stasiun Gambir memiliki parkiran yang luas.

Dalam RDP bersama Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin itu, Andre bahkan meminta bos baru KAI itu untuk berbicara dengan Dirjen Kereta Api Kemenhub.

Andre juga menilai bahwa rencana pemindahan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir ke Stasiun Manggarai hanya terkesan mengejar proyek. Padahal, kata dia, seharusnya KAI harus mengutamakan pelayanan.

"Karena jalan aksesnya enggak ada, parkirnya enggak ada. Bapak bicara dengan Pak Menteri, kenapa dirjen kereta api itu investasi triliunan di Manggarai? Ini ngejar proyek atau pelayanan? Ini kan logikanya enggak masuk akal," ujar dia.

Tak hanya itu, Andre juga mengklaim telah berkali-kali pergi ke Stasiun Manggarai untuk melihat proyek tersebut dan menduga telah menghabiskan uang triliunan.

"Penting ini pak. saya sudah berkali-kali ke Manggarai, saya melihat pembangunannya itu ngabisin uang triliunan rupiah," beber mertua Bek Timnas Indonesia Pratama Arhan itu.

Selain itu, Andre menilai rencana pemindahan itu hanya menerapkan rencana yang telah digadang-gadang sejak era orde baru.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore