Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 01.01 WIB

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Sepekan Kedepan, 10 Orang Hilang di Laut

Personel Satpolairud dan nelayan melakukan pemantauan mencari perahu yang terbawa arus gelombang laut di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. (Satpolairud Polres Garut/Antara) - Image

Personel Satpolairud dan nelayan melakukan pemantauan mencari perahu yang terbawa arus gelombang laut di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. (Satpolairud Polres Garut/Antara)

JawaPos.com - Musim hujan seakan begitu panjang di sejumlah daerah. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisa hujan yang kerap turun beberapa hari belakangan akibat kombinasi sejumlah faktor dinamika atmosfer. BMKG juga memperkirakan dalam sepekan ke depan masih ada potenai cuaca ekstrem berupa hujan lebat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
Direktur Meteorologi Publik Andri Ramdhani menuturkan bahwa telah terjadi signifikansi cuaca pada tanggal 18 Agustus dan 19 Agustus 2025, khususnya di wilayah Jawa. Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi sejumlah faktor dinamika atmosfer, yaitu fase IOD (Indian Dipole) negatif, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), aktivitas gelombang ekuator, khususnya Mixed Rossby Gravity (MRG) dan Low Frequency, sirkulasi di barat Sumatra, serta suhu muka laut yang hangat berkisar antara 28–30 °C.
 
"Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat atmosfer berada dalam kondisi labil dan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah," paparnya. 
 
Dalam beberapa hari ke depan, potensi ini cenderung berkurang, khususnya untuk wilayah Jawa. Meski begitu tetap perlu waspada karena masih adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
 
"Pada periode 20 Agustus hingga 22 Agustus hujan lebat diprediksi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara," paparnya. 
 
Lalu untuk periode 23 Agustus 2025–26 Agustus 2025 hujan lebat berpotensi terjadi di Jawa Timur, Papua Pegunungan, Papua Selatan,  dan Sulawesi Utara. "Masih ada sejunlah daerah lain yang diprediksi terjadi hujan sedang," terangnya.
 
Dia mengatakan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta menghindari aktivitas di area terbuka ketika terjadi hujan petir dan menjauhi pohon maupun bangunan yang rawan runtuh.
 
"Kesiapsiagaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor," paparnya.
 
Sementara Basarnas mencatat kejadian adanya sepuluh orang yang hilang di laut dalam beberapa hari terakhir. Kasi Ops Basarnas Semarang Moel Wahyono menuturkan, sepuluh orang hilang di lima lokasi berbeda di Jawa Tengah.
 
"Rata-rata penyebabnya kapal nelayan atau pemancing yang dihempaskan ombak," ujarnya. 
 
Dia merinci lokasi yang korbannya masih dalam pencarian. Diantaranta Jepara satu korban nelayan terjatuh, Pekalongan satu orang pemancing terjatuh dari kapal, Kendal tiga orang hilang, Tegal ada dua orang nelayan yang terjatuh akibat guncangan ombak, dan Semarang tiga orang jatuh dari perahu.
 
"Sampai saat ini masih dalam pencarian," ujarnya. 
 
Dia memprediksi, kecelakaan laut ini akibat gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi sejak Senin malam. Terjadi fenomena angin timur yang biasa muncul pada periode Juli-Oktober.
 
"Ini musim angin timur," jelasnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore