
Banjir terjadi di satu RT di Kelurahan Joglo, Jakarta Barat dengan ketinggian 65 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Gebyuran, Selasa (12/8). (Istimewa)
JawaPos.com - Ahli klimatologi BRIN Erma Yulihastin merespon anomali cuaca belakangan. Khususnya ketika terjadi hujan cukup lebat beberapa hari terakhir, padahal masih musim kemarau. Dia mengatakan, kondisi musim saat ini sudah tidak pakem lagi. Bahkan dalam satu tahun terakhir, dia mengatakan tidak ada musim kemarau.
Dia menjelaskan kriteria musim kemarau itu ketika curah hujan hanya 50 mm per dasarian (per 10 hari) selama tiga dasarian atau 30 hari berturut-turut. "Kemarin pernah tidak hujan selama 10 hari, tetapi setelah itu hujan deras," katanya (20/8). Maka tidak bisa disebut musim kemarau.
Erma mengatakan saat ini istilah yang tepat menurut dia adalah kemarau basah. Dari sisi angin, dia mengatakan sudah masuk kategori angin musim kemarau. Tetapi masih terjadi hujan. Jadi dia mengatakan adanya inkonsistensi iklim.
Sementara itu untuk musim hujan sendiri, Erma mengatakan banyak diprediksi September depan. Tetapi sekarang sudah banyak terjadi hujan. Disebut musim pancaroba, saat ini juga masih jauh dari bulan September.
Dia berharap terjadinya inkonsistensi iklim ini jadi perhatian pemerintah. Khususnya terkait dengan program pangan. Dia mengatakan, karena tidak ada musim kemarau tahun ini, petani tidak bisa menanam jagung seperti biasanya. Adanya hujan secara terus menerus ini, juga membuat petani bingung untuk menyusun jadwal pemberian pupuk.
Untuk itu pemerintah harus mulai menerapkan smart farming. Yaitu bertani yang tidak hanya mengandalkan sensor-sensor. Tetapi lebih pada pencocokan dengan kondisi iklim terkini. Prediksi iklim menjadi patokan petani untuk kapan memulai tanam dan pemupukan. Termasuk apakah akan menanam padi terus sepanjang tahun atau tetap disela palawija.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
