
Ketua Lab 45 Jaleswari Pramodhawardhani usai diskusi Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi 2045 di Jakarta, Selasa (12/8), menyinggung fenomena bendera One Piece. (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, fenomena pemasangan bendera bergambar tokoh anime One Piece di sejumlah daerah menjadi perbincangan publik.
Bahkan, Pemerintah mengancam masyarakat untuk tidak lagi mengibarkan bendera Jolly Roger tersebut.
Ketua Lab 45 Jaleswari Pramodhawardhani menegaskan bahwa pengibaran bendera One Piece tidak dapat dikategorikan sebagai tindakan makar, melainkan bagian dari kebebasan berekspresi masyarakat.
“Saya rasa ini penting untuk diletakkan dalam kebebasan berekspresi. Bendera merah putih kita terlalu sakral, terlalu rendah kalau hanya dibandingkan dengan bendera-bendera yang sebetulnya adalah ekspresi dari soal keprihatinan atau kekecewaan, yang bentuknya lucu-lucu,” kata Jaleswari usai diskusi Refleksi Delapan Dekade dan Proyeksi 2045 di Jakarta, Selasa (12/8).
Menurutnya, pemasangan bendera One Piece tersebut mencerminkan keresahan masyarakat yang disampaikan dengan cara kreatif dan menghibur. Karena itu, ia mengingatkan Pemerintah agar tidak bersikap represif atas fenomena tersebut.
“Kita tahu ini adalah bentuk kartun Jepang yang tidak mengancam apapun. Kalau ini kemudian direpresi, ditekan, atau dipaksa untuk diturunkan, justru akan memberikan preseden yang jauh lebih buruk,” jelasnya.
Jaleswari mengimbau pemerintah agar bersikap lebih dewasa dan bijak dalam merespons fenomena ini. Ia juga meminta perayaan HUT Kemerdekaan ke-80 RI tahun ini harus menjadi momentum refleksi sejarah bangsa.
“Karena kita sedang merayakan kemerdekaan yang sudah 80 tahun, marilah kita merefleksikan kedewasaan, kematangan, dan kebijaksanaan dalam sikap kepada masyarakat. Pemerintah justru seharusnya mengakomodir kebebasan berekspresi, inovasi, dan kreativitas,” tegasnya.
Jaleswari pun meyakini, fenomena bendera One Piece bukan bagian dari tindakan makar. Menurut dia, pandangan tersebut terlalu berlebihan.
“Itu terlalu jauh. Saya khawatir lama-lama nanti netizen bilang itu kurang pergaulan pejabatnya,” ujarnya.
Selain itu, Jaleswari menyampaikan bahwa Lab 45 saat ini tengah mempersiapkan tujuh kajian strategis sebagai refleksi delapan dekade perjalanan bangsa sekaligus proyeksi Indonesia menuju 2045.
“Kami akan memaparkan tujuh kajian, mulai dari partai politik, lingkungan hidup, evolusi doktrin pertahanan, cyber, pemberdayaan perempuan, kelas menengah, hingga politik media,” paparnya.
Dari tujuh kajian tersebut, Lab 45 berupaya melihat pasang surut demokrasi Indonesia di berbagai era pemerintahan, termasuk dinamika isu-isu kebangsaan pada periode tertentu.
Jaleswari menekankan, hasil kajian ini dapat menjadi acuan dalam menata strategi menuju Indonesia Emas 2045.
“Memang kajian panjang 80 tahun memiliki kerumitan, terutama dari sisi mitologi, lamanya periode, hingga keterbukaan sumber data. Tapi justru di situlah menariknya, karena proses pengumpulan dan analisis ini memberi gambaran utuh perjalanan bangsa,” pungkasnya.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
