Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. Muhammad Cholil Nafis. (Podcast Bebas Bicara)
JawaPos.com - Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Muhammad Cholil Nafis mengingatkan tidak boleh ada bendera apa pun yang posisinya melebihi bendera Merah Putih sebagai lambang negara. Pernyataan ini merespons maraknya pengibaran bendera bajak laut dari serial One Piece yang dinilai tidak pantas jika mengalahkan posisi Merah Putih.
Menurut Kyai Cholil Nafis, bendera merupakan simbol kedaulatan yang harus dihormati. Jika digunakan untuk merendahkan, menghina, atau melangkahi martabat negara, penggunaannya wajib dilarang.
“Contohnya bendera kejora atau bendera dengan simbol tertentu seperti One Piece yang dianggap merendahkan negara. Prinsip ini juga berlaku untuk simbol lain, misalnya pelangi yang pada dasarnya indah namun jika digunakan sebagai simbol yang bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat seperti LGBT," kata Cholil Nafis, dalam Podcast Bebas Bicara, Minggu (10/8).
Ia menambahkan, prinsip serupa berlaku pada simbol lain seperti bendera pelangi. Meski secara estetika indah, simbol itu patut dilarang jika digunakan sebagai representasi gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat.
Cholil menegaskan, dalam pandangan Islam, mencintai tanah air merupakan bagian dari iman, sebagaimana ungkapan hubbul wathan minal iman. Menghormati bendera bukanlah penyembahan, tetapi bentuk penghargaan terhadap negara.
“Tanah air adalah kerangka bagi kehidupan beragama, sehingga membelanya adalah bagian dari pengamalan agama,” ujarnya.
Ia menekankan, Merah Putih merupakan kesepakatan nasional. Menolak atau meniadakan simbol tersebut sama dengan mengabaikan semangat kemerdekaan.
Menurutnya, kemerdekaan yang hakiki hanya dapat terwujud dengan pemerintahan yang adil, intelektual yang bertanggung jawab, ulama yang konsisten, dan pendidikan cinta tanah air sejak dini.
Karena itu, ia mengajak setiap keluarga mampu menanamkan rasa cinta tanah air sebagai anjuran agama dan tanggung jawab warga negara.
“Cinta tanah air adalah harga mati. Bukan cinta buta, melainkan cinta yang membangun dan berlandaskan keyakinan yang kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Gunawan, menilai nasionalisme di kalangan pemuda masih terjaga. Menurutnya, peringatan 80 tahun kemerdekaan merupakan momen tepat untuk mengibarkan Merah Putih di seluruh penjuru negeri sebagai penghormatan kepada para pahlawan.
“Generasi muda harus diberikan contoh nyata dalam mencintai bangsa, salah satunya dengan mengibarkan bendera merah putih di seluruh penjuru Nusantara sebagai bentuk terima kasih kepada para pahlawan yang berjuang demi kemerdekaan,” ungkapnya.
Langkah pemerintah dalam menanamkan nilai nasionalisme sudah baik, namun perlu dimaksimalkan. Sosialisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan empat pilar kebangsaan harus diperluas hingga ke pelosok, dimulai dari pendidikan dasar hingga menengah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
