Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Agustus 2025 | 03.39 WIB

Pemerintah dan Lembaga Filantropi Gotong Royong Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Ketua Badan Pengurus PFI Rizal Algamar, Menko PM Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana, dan Chairmain Humanitarian Forum Indonesia M. Ali Yusuf. (Istimewa)



JawaPos.com-Sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi terus diperkuat demi tercapainya pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Semangat gotong royong ini dinilai menjadi kunci dalam mengatasi kemiskinan, masalah sosial, dan krisis kemanusiaan.

"Filantropi ini adalah kegotong-royongan masyarakat, kedermawanan masyarakat yang sangat membantu pembangunan. Terutama mengatasi problem-problem sosial dan kemiskinan serta kemanusiaan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam acara Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2025, Kamis (7/8).

Muhaimin menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak agar semangat kerelawanan yang tumbuh di masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

"Saya berharap seluruh kementerian, lembaga memberikan fasilitas, dukungan, kemudahan agar kerelawanan kegotong-royongan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat ini berjalan lebih efektif, inovatif, berkelanjutan," tegas Muhaimin.

Cak Imin juga menyoroti perlunya revisi UU No. 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang. Sehingga, dapat mengatur soal filantropi agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

“Saya sangat berharap undang-undang yang sudah lama ini, tahun 1961, tentang filantropi ini segera diperbaiki sesuai kebutuhan keadaan yang begitu cepat,” tambah Muhaimin.

Senada, Sekretaris Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia Irvan Nugraha menekankan pentingnya sinergi antar lembaga filantropi dan pemerintah.

Saat ini banyak lembaga filantropi masih bekerja secara individual. Ke depan, langkah kolaboratif bersama pemerintah dapat dilakukan agar dampak program yang dijalankan semakin baik. 

“Yang tadinya aksinya begitu sendiri-sendiri, sebagian mungkin harus dimulai dikolaborasikan, dikerjasamakan. Namun, setiap lembaga filantropi punya visi, punya prioritas program itu harus tetap kita berikan ruang,” jelas Irvan.

Untuk memperkuat kolaborasi, Irvan menilai pentingnya peran asosiasi, tokoh publik, dan pemerintah. Ruang komunikasi dan integrasi program harus diperluas agar tujuan bersama tercapai.

“Harapannya dengan adanya forum-forum seperti ini juga semakin kuat lagi kolaborasi dan Filantropi Indonesia memang punya konsen kuat untuk terjadinya kooperasi, kolaborasi, dan aksi bersama,” imbuh Irvan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore