Ketua Badan Pengurus PFI Rizal Algamar, Menko PM Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Forum Zakat Wildhan Dewayana, dan Chairmain Humanitarian Forum Indonesia M. Ali Yusuf. (Istimewa)
JawaPos.com-Sinergi antara pemerintah dan lembaga filantropi terus diperkuat demi tercapainya pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Semangat gotong royong ini dinilai menjadi kunci dalam mengatasi kemiskinan, masalah sosial, dan krisis kemanusiaan.
"Filantropi ini adalah kegotong-royongan masyarakat, kedermawanan masyarakat yang sangat membantu pembangunan. Terutama mengatasi problem-problem sosial dan kemiskinan serta kemanusiaan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam acara Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2025, Kamis (7/8).
Muhaimin menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak agar semangat kerelawanan yang tumbuh di masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Saya berharap seluruh kementerian, lembaga memberikan fasilitas, dukungan, kemudahan agar kerelawanan kegotong-royongan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat ini berjalan lebih efektif, inovatif, berkelanjutan," tegas Muhaimin.
Cak Imin juga menyoroti perlunya revisi UU No. 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang. Sehingga, dapat mengatur soal filantropi agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.
“Saya sangat berharap undang-undang yang sudah lama ini, tahun 1961, tentang filantropi ini segera diperbaiki sesuai kebutuhan keadaan yang begitu cepat,” tambah Muhaimin.
Senada, Sekretaris Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia Irvan Nugraha menekankan pentingnya sinergi antar lembaga filantropi dan pemerintah.
Saat ini banyak lembaga filantropi masih bekerja secara individual. Ke depan, langkah kolaboratif bersama pemerintah dapat dilakukan agar dampak program yang dijalankan semakin baik.
“Yang tadinya aksinya begitu sendiri-sendiri, sebagian mungkin harus dimulai dikolaborasikan, dikerjasamakan. Namun, setiap lembaga filantropi punya visi, punya prioritas program itu harus tetap kita berikan ruang,” jelas Irvan.
Untuk memperkuat kolaborasi, Irvan menilai pentingnya peran asosiasi, tokoh publik, dan pemerintah. Ruang komunikasi dan integrasi program harus diperluas agar tujuan bersama tercapai.
“Harapannya dengan adanya forum-forum seperti ini juga semakin kuat lagi kolaborasi dan Filantropi Indonesia memang punya konsen kuat untuk terjadinya kooperasi, kolaborasi, dan aksi bersama,” imbuh Irvan.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
