Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juni 2026 | 20.27 WIB

Mabes TNI Klarifikasi Tentara Bongkar SDN Wolomoni untuk Bangun Kopdes Merah Putih di Ende NTT

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Brigjen TNI Muhammad Nas. (Istimewa) - Image

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Brigjen TNI Muhammad Nas. (Istimewa)

JawaPos.com - Beredar informasi aparat TNI membongkar bangunan SDN Wolomoni di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membangun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Mabes TNI memastikan kabar tersebut tidak benar.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Brigjen TNI Muhammad Nas menjelaskan hal itu pada Selasa (9/6). Dia mengklarifikasi informasi itu. Menurut dia, tidak ada pembongkaran bangunan sekolah di Ende. Nas sudah memastikan hal tersebut setelah berkomunikasi dengan jajaran TNI di NTT.

”Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan Kopdes Merah Putih ditaruh untuk menggantikan sekolah, bukan. Kopdes Merah Putih itu dibangun di belakang sekolah. Akses jalannya kurang, sehingga melewati sekolah. Pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok,” kata dia.

Setelah itu aparat TNI di sana berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah (pemda) setempat untuk menggeser sementara tiang tersebut agar alat berat bisa bermanuver. Nas memastikan, para prajurit TNI sudah mendapat izin dan akan memperbaiki tiang tersebut seperti sedia kala.

”Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat (manuver) kena dahan pohon durian orang, katanya sebesar jempol kaki. Ibu itu marah-marah, teriak-teriak. Nah, itu di-klip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ, langsung diberi caption, babinsa lebih mengutamakan Kopdes Merah Putih dari pada sekolah,” jelasnya.

Menurut Nas narasi dan klip tersebut sangat berbahaya. Sebab, banyak masyarakat tidak mencari fakta sebenarnya. Sehingga mereka langsung percaya dan yakin bahwa TNI dengan tega membongkar sekolah untuk membangun Kopdes Merah Putih. Padahal, yang terjadi tidak demikian.

”Kira-kira bahaya nggak ini, pak? Sangat-sangat bahaya. Masyarakat kita tidak melihat, tidak mencari tahu, dan tidak mendalami fakta sebenarnya. Siapa yang mendalami? Kita. Masyarakat kita tidak mencari tahu fakta sebenarnya, tapi langsung men-judge,” ucap dia.

Lebih berbahaya lagi karena narasi dan klip tersebut kemudian disebarluaskan dan diamplifikasi sehingga membentuk opini publik, menyebabkan keresahan di masyarakat, dan memunculkan persoalan. Bahkan tidak jarang berujung perpecahan.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore