“Kalau dari permukaan, sesarnya terlihat putus-putus, jadi bisa jadi berbeda segmen," jelas Sonny. Untuk memastikannya, pada ekspedisi susulan di Agustus-September akan dilakukan trenching di lokasi itu. Tujuannya untuk melihat berapa periode ulang gempa yang terjadi pada masa lampau.
Sesar aktif yang ditemukan di Semarang dan sekitarnya itu, menyimpan informasi penting terkait potensi gempa bumi. Dengan dokumentasi dan pemetaan yang akurat, hasil riset sesar Semarang dapat menjadi dasar ilmiah untuk mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, dan edukasi masyarakat terhadap risiko bencana geologi.
Dalam diskusi di kantor BRIN, Purba menerangkan soal temuan jejak tsunami raksasa di zaman purba yang terjadi di selatan Jawa. Gelombang Tsunami purba itu menyapu daratan sampai dua kilometer dari bibir pantai.
Purna menjelaskan, salah satu temuan krusial BRIN adalah lapisan sedimen tsunami purba berumur sekitar 1.800 tahun. Sedimen ini ditemukan di berbagai titik di sepanjang selatan Jawa. Seperti di Lebak, Pangandaran, dan Kulon Progo.
“Dikarenakan penyebarannya yang meluas di banyak lokasi di selatan Jawa, jejak ini diperkirakan merupakan hasil dari tsunami raksasa yang disebabkan gempa megathrust berkekuatan magnitudo 9,0 atau lebih," tuturnya.
Dia menegaskan temuan itu bukan satu-satunya. Jejak tsunami raksasa lainnya ditemukan berumur sekitar 3.000 tahun lalu, 1.000 tahun lalu, dan 400 tahun lalu. Sehingga ada data tsunami yang berulang.
Riset paleotsunami atau tsunami purba itu dilakukan melalui pengamatan lapangan. Di antaranya di lingkungan rawa dan laguna. Sedimen laut yang terbawa oleh gelombang tsunami lebih mudah dikenali dan terawetkan di lingkungan itu.
Pembuktian bahwa lapisan tersebut merupakan endapan tsunami, dilakukan analisis lanjutan. Seperti uji mikrofauna, kandungan unsur kimia, hingga pentarikhan umur radiokarbon. “Tantangannya adalah tak semua endapan tsunami purba bisa bertahan utuh dan terawetkan dengan baik," katanya. Kemudian tantangan membedakan dengan sedimen akibat proses-proses lain seperti banjir atau badai. Sehingga memerlukan kehati-hatian dalam melakukan analisis sedimen.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
