Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Agustus 2025 | 16.09 WIB

BRIN Temukan Sesar Aktif di Semarang, Lebih Panjang Dibanding Sesar Lembang

“Kalau dari permukaan, sesarnya terlihat putus-putus, jadi bisa jadi berbeda segmen," jelas Sonny. Untuk memastikannya, pada ekspedisi susulan di Agustus-September akan dilakukan trenching di lokasi itu. Tujuannya untuk melihat berapa periode ulang gempa yang terjadi pada masa lampau. 

Sesar aktif yang ditemukan di Semarang dan sekitarnya itu, menyimpan informasi penting terkait potensi gempa bumi. Dengan dokumentasi dan pemetaan yang akurat, hasil riset sesar Semarang dapat menjadi dasar ilmiah untuk mitigasi bencana, perencanaan tata ruang, dan edukasi masyarakat terhadap risiko bencana geologi.

Jejak Mega Tsunami Purba di Selatan Jawa

Dalam diskusi di kantor BRIN, Purba menerangkan soal temuan jejak tsunami raksasa di zaman purba yang terjadi di selatan Jawa. Gelombang Tsunami purba itu menyapu daratan sampai dua kilometer dari bibir pantai. 

Purna menjelaskan, salah satu temuan krusial BRIN adalah lapisan sedimen tsunami purba berumur sekitar 1.800 tahun. Sedimen ini ditemukan di berbagai titik di sepanjang selatan Jawa. Seperti di Lebak, Pangandaran, dan Kulon Progo. 

“Dikarenakan penyebarannya yang meluas di banyak lokasi di selatan Jawa, jejak ini diperkirakan merupakan hasil dari tsunami raksasa yang disebabkan gempa megathrust berkekuatan magnitudo 9,0 atau lebih," tuturnya.

Dia menegaskan temuan itu bukan satu-satunya. Jejak tsunami raksasa lainnya ditemukan berumur sekitar 3.000 tahun lalu, 1.000 tahun lalu, dan 400 tahun lalu. Sehingga ada data tsunami yang berulang. 

Riset paleotsunami atau tsunami purba itu dilakukan melalui pengamatan lapangan. Di antaranya di lingkungan rawa dan laguna. Sedimen laut yang terbawa oleh gelombang tsunami lebih mudah dikenali dan terawetkan di lingkungan itu. 

Pembuktian bahwa lapisan tersebut merupakan endapan tsunami, dilakukan analisis lanjutan. Seperti uji mikrofauna, kandungan unsur kimia, hingga pentarikhan umur radiokarbon. “Tantangannya adalah tak semua endapan tsunami purba bisa bertahan utuh dan terawetkan dengan baik," katanya. Kemudian tantangan membedakan dengan sedimen akibat proses-proses lain seperti banjir atau badai. Sehingga memerlukan kehati-hatian dalam melakukan analisis sedimen. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore