Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 00.52 WIB

Fenomena Pengibaran Bendera One Piece jadi Sorotan Publik hingga Pemerintah, Legislator Golkar Rizki Faisal Ingatkan Jangan Ada Upaya Pecah Belah Bang

Warganet internasional ikut menyoroti fenomena bendera One Piece di Indonesia. (Tangkapan layar X/PewPiece) - Image

Warganet internasional ikut menyoroti fenomena bendera One Piece di Indonesia. (Tangkapan layar X/PewPiece)

JawaPos.com - Pengibaran bendera bajak laut dari serial anime One Piece, Jolly Roger, di sejumlah wilayah Indonesia jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menjadi sorotan Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Rizki Faisal.

pengibaran bendera dengan maksud satire itu menarik perhatian publik hingga pemerintah. Bahkan, pemerintah mengecam pihak-pihak yang mengibarkan bendera tersebut dan menyampaikan ancaman pidana bagi para pelakunya.

Rizki menyoroti fenomena ini sebagai sesuatu yang harus disikapi dengan kewaspadaan. Dia mendukung imbauan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjebak dalam tindakan yang dapat memecah belah bangsa.

“Saya kira apa yang diutarakan Pak Dasco sebagai pimpinan DPR RI sangat tepat. Anak muda kita tidak boleh terjebak dalam upaya apapun yang berpotensi memecah belah bangsa,” kata Rizki Faisal kepada wartawan, Sabtu (2/8).

Ia menyampaikan keprihatinan atas maraknya pemasangan bendera Jolly Roger di ruang-ruang publik dan lingkungan permukiman warga.

Menurut dia, simbol budaya populer tersebut bisa membawa dampak negatif, jika berkembang menjadi simbol perlawanan atau protes sosial yang tidak terkendali.

“Kita perlu melihat fenomena ini dengan cermat. Jangan sampai ekspresi budaya populer justru dimanfaatkan atau berkembang menjadi simbol perlawanan yang berpotensi memecah belah bangsa, terutama di tengah momen kebangsaan,” tegasnya.

Rizki memahami kedekatan generasi muda dengan budaya pop global seperti anime dan manga, namun ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Ketika simbol asing dipasang layaknya bendera nasional di tempat-tempat umum, ini sudah memasuki wilayah sensitif. Kita tidak boleh abai terhadap dampak psikososialnya,” ujar Legislator Dapil Kepulauan Riau (Kepri) ini.

Aparat Hukum Diminta Pakai Pendekatan Edukatif

Karena itu, Rizki juga mendorong aparat penegak hukum untuk bersikap proporsional. Ia menekankan perlunya pendekatan yang edukatif terhadap masyarakat.

“Kami di Komisi III akan terus mengawal agar ruang ekspresi tetap sehat, bebas, namun tetap dalam koridor cinta tanah air dan tidak menyulut sentimen yang mengarah pada disintegrasi,” urainya.

Mantan aktivis 98 itu mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh pemuda dan komunitas digital, untuk lebih selektif dalam memilih simbol-simbol yang ditampilkan di ruang publik, terlebih menjelang momen perayaan nasional.

“Mari kita rayakan HUT RI dengan semangat persatuan dan simbol-simbol yang memperkuat identitas bangsa, bukan justru membingungkan makna kebangsaan kita,” pungkasnya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore