Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Juli 2025 | 03.27 WIB

Anies Baswedan Singgung Peran Indonesia di Forum PBB: Kepala Negara Tak Pernah Muncul, Selalu Digantikan Menlu

 

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Rakyat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/7). (Istimewa)

JawaPos.com-Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti minimnya kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam forum-forum internasional, khususnya pada forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disampaikan Anies saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Rakyat di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/7).

Anies menilai, ketidakhadiran kepala negara dalam ajang global seperti Sidang Umum PBB mencerminkan pasifnya posisi Indonesia dalam percaturan dunia internasional. Ia mengkritik kecenderungan Indonesia yang hanya mengirim Menteri Luar Negeri (Menlu) sebagai perwakilan.

“Kita harus selalu muncul dalam pertemuan-pertemuan global. Bapak ibu sekalian, bertahun-tahun Indonesia absen di pertemuan PBB. Kepala negara tidak muncul. Selalu Menteri Luar Negeri,” kata mantan capres tersebut.

Anies tidak menyebut nama presiden secara langsung, Namun, ia menyebut sikap pasif tersebut justru merugikan posisi strategis Indonesia di kancah internasional.

“Kalau kita tidak aktif di dunia internasional, itu seperti begini. Kita warga kampung. Ukuran kampungnya nomor empat terbesar. Ukuran rumahnya nomor empat terbesar di RT itu. Tapi kalau rapat kampung kita tidak pernah datang. Cuma kita bayar iuran jalan terus,” ungkapnya.

Dalam konteks geopolitik kawasan, Anies juga menekankan peran penting Indonesia di Asia Tenggara, terutama di tengah ketegangan yang terus meningkat di kawasan Asia-Pasifik. Ia menilai, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk menjaga stabilitas dan kedamaian kawasan ASEAN.

“Di Timur ada Tiongkok paling besar, Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, Taiwan. Ini semua wilayah yang suasananya tegang, bukan suasana teduh. Tak terbayangkan, antara Korea Selatan dan Korea Utara tegang. Antara Tiongkok dengan Jepang juga tegang,” jelas Anies.

Lebih lanjut, Anies menekankan karakter kawasan ASEAN yang relatif lebih stabil, diharapkan Indonesia bisa memainkan peran sebagai jangkar perdamaian dan pemimpin regional dalam upaya menjaga keteduhan kawasan.

“Wilayah yang ini (ASEAN) teduh. Dan Indonesia harus bisa menjaga keteduhan di wilayah ini. Jadi, kita kalau melihat ini, inilah wilayah yang harus bisa menjadi kekuatan masa depan di Asia,” paparnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore