ilustrasi pasangan yang selingkuh. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com-Ketika sebuah hubungan rumah tangga terguncang karena perselingkuhan, dampaknya tak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri. Anak yang menjadi saksi atau bahkan tanpa sengaja mengetahui adanya perselingkuhan, dapat mengalami tekanan emosional yang tak kalah berat.
Kepercayaan anak terhadap figur orang tua bisa runtuh seketika saat mereka menyadari adanya pengkhianatan dalam rumah. Sebab, rumah adalah tempat pertama anak membangun kelekatan dan kepercayaan.
"Ketika mereka tahu salah satu atau kedua orang tuanya berselingkuh, biasanya muncul perasaan tidak aman, cemas, dan kebingungan karena realita berbeda dari citra orang tua yang selama ini mereka miliki," jelas Ratna Sari SPsi MPsi Psikolog CH CHt CPHt.
Akan timbul konflik internal pada diri anak, terutama saat menghadapi suara-suara keras, pertengkaran, atau perubahan sikap orang tua. Mereka mulai waspada dan mencemaskan kemungkinan terburuk, seperti perceraian. Hal itu membuat anak kehilangan rasa aman, menjadi lebih sensitif, mudah marah, sedih, dan kesulitan mengatur emosinya.
Dampak psikologis tersebut bisa terbawa hingga masa dewasa dalam bentuk trauma jangka panjang. Anak yang menyaksikan atau mengetahui perselingkuhan orang tuanya kerap tumbuh menjadi pribadi yang kesulitan mempercayai orang lain, baik dalam pertemanan maupun hubungan asmara.
"Beberapa klien saya, saat dewasa, mengalami kecemasan kronis, hidupnya jadi sangat tegang. Ada juga yang mematikan emosinya sebagai mekanisme bertahan. Misalnya saat ditanya ‘kamu senang?’ jawabannya datar: ‘biasa saja’," ujar konselor profesional pernikahan dan keluarga itu.
Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua ketika anak mengetahui adanya perselingkuhan? Ratna menyarankan agar orang tua tidak berbohong atau menyangkal secara total. “Apa yang anak pikirkan perlu diluruskan, dan apa yang mereka rasakan harus divalidasi. Jangan mengecilkan perasaan anak," tegasnya.
Ratna menekankan pentingnya menyesuaikan penjelasan dengan usia anak. Pada anak-anak, cukup katakan bahwa ada konflik antara ayah dan ibu, sambil menekankan bahwa cinta orang tua kepada anak tidak berubah. Untuk remaja, ajak mereka berdiskusi terbuka tentang pilihan hidup orang dewasa tanpa menjelekkan personal salah satu pihak.
Namun, bagaimana jika anak belum tahu soal perselingkuhan? Apakah perlu diberi tahu? Ratna menyarankan untuk tidak menceritakan secara detail jika anak memang belum tahu. Sebaiknya fokus pada pemenuhan kebutuhan emosional dan rasa aman anak.
“Tapi kalau anak mulai curiga atau justru mengetahui dari orang lain, jangan disangkal mentah-mentah karena justru bisa merusak kepercayaan anak kepada kita,” imbuh Ratna. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
