Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 02.57 WIB

Wacana Umrah-Haji via Laut Dapat Lampu Hijau dari Travel

Menag Nasaruddin Umar mendapatkan respons positif dari kalangan travel soal usulan haji dan umrah lewat jalur laut. (istimewa) - Image

Menag Nasaruddin Umar mendapatkan respons positif dari kalangan travel soal usulan haji dan umrah lewat jalur laut. (istimewa)

JawaPos.com – Wacana haji maupun umrah lewat jalur laut yang disuarakan Menag Nasaruddin Umar mendapatkan respons positif dari kalangan travel. Diantaranya disampaikan oleh Ketua Umum Kebersamaan Pengusaha Travel Haji Umrah (Bersathu) Wawan Suhada.

"Pada prinsipnya kami menyikapi usulan jalur laut patut dicoba," katanya saat dihubungi Kamis (10/7).

Namun, dia mengatakan pelaksanaan haji maupun umrah lewat jalur laut banyak tantangannya. Pertama adalah durasinya. Perjalanan ke Arab Saudi dengan pesawat jauh lebih cepat dibandingkan dari jalur laut. Kemudian secara biaya, haji lewat jalur udara relatif terjangkau.

Wawan mengatakan haji dan umrah lewat jalur laut patut untuk dicoba. Namun tidak boleh dipaksakan. "Artinya sebagai alternatif," katanya.

Jadi, masyarakat atau calon jemaah yang menentukan. Apakah mau memilih lewat jalur laut atau udara.

Dia juga mengatakan, perjalanan dari Indonesia ke Saudi memakan waktu berhari-hari. Maka harus dipikirkan juga kegiatan selama dalam perjalanan. Misalnya diisi dengan pengajian atau sejenisnya.

Menurut Wawan, panjangnya durasi perjalanan laut menuju Saudi akan berdampak dengan biaya selama perjalanan. Jadi, belum bisa dipastikan haji lewat jalur laut bakal lebih murah dibandingkan lewat udara.

Ditemui terpisah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, bahwa perjalanan umrah dan haji melalui jalur laut ini sebetulnya sudah lama diwacanakan. Namun, sejauh ini masih banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menjadikan jalur laut ini sebagai salah satu opsi transportasi dalam pelaksanaan haji dan umrah.

Sejatinya, pemberangkatan haji dengan menggunakan jalur laut pun bukan hal baru. Menurut Menag, dulu, jamaah haji diangkut dengan menggunakan KM Belle Abeto hingga Gunung Djati. Tapi, saat itu, waktu yang dibutuhkan pun cukup lama. Yakni mencapai tiga hingga empat bulan. Hal ini yang kemudian masih jadi salah satu bahan pertimbangan terkait wacana menghidupkan jalur ini kembali.

"Nah, sekarang ini mungkin kapalnya lebih cepat ya. Tapi, kita masih banyak pertimbangan," ungkapnya ditemui usai rapat tingkat menteri (RTM) soal penanganan kekerasan pada perempuan dan anak di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (10/7).

Beda dari Indonesia yang masih banyak pertimbangan, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu menyebut bahwa negara tetangga seperti Malaysia telah terlebih dahulu mengeksplorasi penggunaan transportasi laut untuk jamaah umrah dan haji ini. Atau, misalnya, negara-negara yang memang secara geografis lebih dekat dengan Saudi. Sehingga, jalur laut merupakan opsi utama yang bisa digunakan.

"Misalnya di Mesir, rata-rata jamaah hajinya itu lebih dekat pakai laut ya. Kayak naik feri aja kan. Tapi kita kan jauh ya. Dan nantilah kita lihat penyelenggarannya yang akan datang," paparnya.

Disinggung soal efisiensi pembiayaan, Menag mengatakan, hal ini tergantung operator kapalnya nanti. Jika jumlahnya cukup banyak maka harga tentu bisa bersaing. Beda perkara jika pemain tunggal maka bisa dipastikan mahal.

Diakuinya, sudah banyak perusahaan yang datang padanya untuk membicarakan terkait pelaksanaan umrah dan haji via laut ini. Mereka sudah mempresentasikan produk yang disiapkan untuk memfasilitasi program tersebut.

Namun, menurutnya, mereka kebanyakan belum memiliki kapal. Sehingga kemungkinan akan bekerja sama dengan pihak luar. "Jadi, mungkin jatuhnya mahal. Tapi, ini sekali lagi (masih wacana, red) belum kita bahas ya," ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore