
Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid (tengah). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Cyberbullying atau tindakan bully di dunia maya masih marak terjadi hingga kini. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pun menaruh perhatian terkait hal ini.
Bahkan, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan, 48 persen anak-anak yang sempat berselancar di internet mengaku pernah menjadi korban cyberbullying.
“Jadi kalau dari Komdigi sendiri, kami mencatat untuk pengguna internet, 48 persen anak-anak yang pernah masuk di internet itu mengaku mengalami perundungan online,” kata Meutya pada saat nonton bareng film “Cyberbullying” di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (5/7).
Dia pun menekankan bahwa cyber bullying termasuk pada masalah yang cukup serius. Meskipun kadang tampak sepele, tindakan ini akan berdampak pada psikis sang anak.
“Dan pada intinya, lahirnya tayangan-tayangan termasuk film-film yang mendukung edukasi untuk melawan kejahatan-kejahatan yang termasuk bullying ini adalah hal yang positif dan kita dukung dengan penuh,” ungkap dia.
Dia pun menjelaskan, dari 48 persen korban cyberbullying tersebut, diantaranya pernah mendapatkan perundungan online tingkat besar ataupun kecil. Komdigi pun akan tegas mendeteksi dan men-take down segala bentuk konten yang mengarah pada cyberbullying.
“Namun demikian, karena ini banyak terjadi di ranah privat, ini agak sulit dideteksi, meskipun tetap masih bisa. Sehingga yang paling penting di luar melakukan take down adalah edukasi yang masif,” jelas dia.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifah Fauzi, ikut menekankan bahwa cyber bullying masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.
“Sesuai dengan hasil survei yang kami lakukan, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja, satu dari dua anak di Indonesia pernah mengalami kekerasan dan yang paling banyak adalah kekerasan emosional,” tukas Arifah.
Dia pun berharap hadirnya film ini bisa menekan angka cyberbullying menjadi lebih rendah lagi.
“Jadi film ini mudah-mudahan memberikan kesadaran kepada semua pihak bahwa bullying itu tidak boleh ada lagi dimanapun, kapapun, oleh siapapun,” tegas dia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
