
Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa).
JawaPos.com - Pemusnahan amunisi kadaluarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) pada 12 Mei lalu menjadi petaka. Sebanyak 13 korban meninggal dunia. Terdiri atas 9 orang warga sipil dan 4 orang prajurit TNI. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap sempat terjadi perdebatan sebelum ledakan terjadi.
Anggota Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengungkapkan hal itu kepada awak media di Jakarta pada Jumat (23/5). Dia menyampaikan hal itu berdasar hasil pemantauan yang dilakukan oleh Komnas HAM pasca ledakan amunisi kadaluarsa itu terjadi beberapa pekan lalu. Dia menyatakan, perdebatan terjadi antara Kolonel Cpl Antonius Hermawan dengan Rustiawan.
Rustiawan adalah salah seorang warga sipil yang dipekerjakan sebagai pekerja harian lepas selama pemusnahan amunisi kadaluarsa itu berlangsung. Menurut Uli, Rustiawan adalah warga sipil yang mengkoordinir pekerja harian lepas berlatar belakang warga sipil lainnya. Berdasar hasil pemantauan, perdebatan singkat terjadi berkenaan dengan penanganan detonator.
”Sebelum ledakan, sempat ada perdebatan singkat antara Komandan Gupusmu dengan koordinator pekerja warga atas nama Rustiawan mengenai penanganan detonator sisa tersebut. Biasanya akan ditenggelamkan ke dasar laut untuk mempercepat proses disfungsi. Namun pada hari tersebut dipilih dengan cara menimbun menggunakan campuran urea,” terang Uli.
Lebih lanjut, Komnas HAM menyatakan bahwa ledakan terjadi ketika para korban sedang menurunkan sisa detonator yang telah dimasukkan ke dalam drum ke dalam lubang. Saat itu beberapa orang sudah berada di dalam lubang dan beberapa orang lainnya berada di sekitar lubang. Mereka mengangkut material detonator.
”Namun saat proses tersebut, drum yang berisi detonator tersebut tiba-tiba meledak,” imbuhnya.
Akibatnya sebanyak 9 warga sipil meninggal dunia dan 4 orang prajurit TNI AD gugur. Mereka menjadi korban dalam insiden ledakan amunisi kadaluarsa tersebut. Para korban sudah dimakamkan oleh keluarga masing-masing. Namun, investigasi insiden itu masih berlangsung.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
