Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 00.52 WIB

Komnas HAM Ungkap Ada Perdebatan Antara Kolonel Antonius dengan Rustiawan Sebelum Ledakan Amunisi yang Tewaskan 13 Orang Terjadi

Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa). - Image

Proses pemusnahan bom di Garut, Jawa Barat yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI. (Istimewa).

JawaPos.com - Pemusnahan amunisi kadaluarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) pada 12 Mei lalu menjadi petaka. Sebanyak 13 korban meninggal dunia. Terdiri atas 9 orang warga sipil dan 4 orang prajurit TNI. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap sempat terjadi perdebatan sebelum ledakan terjadi. 

Anggota Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengungkapkan hal itu kepada awak media di Jakarta pada Jumat (23/5). Dia menyampaikan hal itu berdasar hasil pemantauan yang dilakukan oleh Komnas HAM pasca ledakan amunisi kadaluarsa itu terjadi beberapa pekan lalu. Dia menyatakan, perdebatan terjadi antara Kolonel Cpl Antonius Hermawan dengan Rustiawan. 

Rustiawan adalah salah seorang warga sipil yang dipekerjakan sebagai pekerja harian lepas selama pemusnahan amunisi kadaluarsa itu berlangsung. Menurut Uli, Rustiawan adalah warga sipil yang mengkoordinir pekerja harian lepas berlatar belakang warga sipil lainnya. Berdasar hasil pemantauan, perdebatan singkat terjadi berkenaan dengan penanganan detonator. 

”Sebelum ledakan, sempat ada perdebatan singkat antara Komandan Gupusmu dengan koordinator pekerja warga atas nama Rustiawan mengenai penanganan detonator sisa tersebut. Biasanya akan ditenggelamkan ke dasar laut untuk mempercepat proses disfungsi. Namun pada hari tersebut dipilih dengan cara menimbun menggunakan campuran urea,” terang Uli. 

Lebih lanjut, Komnas HAM menyatakan bahwa ledakan terjadi ketika para korban sedang menurunkan sisa detonator yang telah dimasukkan ke dalam drum ke dalam lubang. Saat itu beberapa orang sudah berada di dalam lubang dan beberapa orang lainnya berada di sekitar lubang. Mereka mengangkut material detonator. 

”Namun saat proses tersebut, drum yang berisi detonator tersebut tiba-tiba meledak,” imbuhnya. 

Akibatnya sebanyak 9 warga sipil meninggal dunia dan 4 orang prajurit TNI AD gugur. Mereka menjadi korban dalam insiden ledakan amunisi kadaluarsa tersebut. Para korban sudah dimakamkan oleh keluarga masing-masing. Namun, investigasi insiden itu masih berlangsung. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore