Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Mei 2025 | 05.30 WIB

Hindari Potensi Konflik Agraria, Kemenag Pasang Target Sertifikasi 300 Hektar Tanah Wakaf

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta. (Istimewa) - Image

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta. (Istimewa)

JawaPos.com - Jumlah aset wakaf berupa tanah di Indonesia sangat besar. Jumlahnya mencapai 57.263 hektar (440.512 lokasi). Sayangnya jumlah tanah wakaf yang sudah bersertifikat sebagai aset wakaf baru 57,42 persen. Tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) memasang target sertifikasi tanah wakaf seluas 300 hektar. 

Sertifikasi aset wakaf itu sangat penting. Selain sebagai pencatatan status lahan secara resmi, juga untuk menghindari konflik agraria atau perselisihan. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan salah satu Asta Protas Kemenag sata adalah di bidang wakaf. Dia mengatakan tahun ini Kemenag memasang target sertifikasi 300 hektar tanah wakaf. 

Target tersebut dibahas dalam Rapat Program Prioritas Pemberdayaan Ekonomi Umat Tahun Anggaran 2025 secara daring melalui Zoom Meeting di Jakarta pada Jum'at (9/5). Waryono menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat ekonomi umat secara terstruktur melalui sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.

“Kami menargetkan tambahan 300 hektare tanah wakaf tersertifikasi dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi 1.000 nazhir (pengelola wakaf)," katanya. Kemudian penghimpunan wakaf uang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 100 miliar melalui berbagai skema seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), dan Social Crowdfunding (SCF). Selain itu, sebanyak 2.700 mauquf ’alaih atau penerima manfaat wakaf ditargetkan menerima manfaat langsung dari program ini.

Waryono juga menyampaikan, program Inkubasi Wakaf Produktif juga akan diperluas di 27 lokasi. Dengan total nilai manfaat mencapai Rp 2 miliar. Program ini difokuskan pada enam sektor produktif. Yaitu UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, jasa, dan peternakan, dengan proyeksi manfaat langsung kepada 810 orang mauquf ’alaih.

Selanjutnya di sektor Kampung Zakat Reborn, Kemenag menargetkan pengembangan di 33 lokasi. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menyalurkan Rp 15 miliar dana zakat dan Rp 660 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung 3.300 Kartu Keluarga (KK) mustahik atau sekitar 9.900 anggota keluarga. "Program ini akan difokuskan pada lima sektor pemberdayaan. Kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah," kata dia.

Kemenag juga mengoptimalkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA di 71 lokasi. Hingga saat ini, total Rp 2 miliar dana zakat telah disalurkan. Dana itu menjangkau 710 penerima manfaat yang memperoleh pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi.

Waryono menjelaskan Kemenag berharap Asta Protas itu dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khususnya melalui pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih produktif, terintegrasi, dan terukur.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore