
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Jumlah aset wakaf berupa tanah di Indonesia sangat besar. Jumlahnya mencapai 57.263 hektar (440.512 lokasi). Sayangnya jumlah tanah wakaf yang sudah bersertifikat sebagai aset wakaf baru 57,42 persen. Tahun ini Kementerian Agama (Kemenag) memasang target sertifikasi tanah wakaf seluas 300 hektar.
Sertifikasi aset wakaf itu sangat penting. Selain sebagai pencatatan status lahan secara resmi, juga untuk menghindari konflik agraria atau perselisihan. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur mengatakan salah satu Asta Protas Kemenag sata adalah di bidang wakaf. Dia mengatakan tahun ini Kemenag memasang target sertifikasi 300 hektar tanah wakaf.
Target tersebut dibahas dalam Rapat Program Prioritas Pemberdayaan Ekonomi Umat Tahun Anggaran 2025 secara daring melalui Zoom Meeting di Jakarta pada Jum'at (9/5). Waryono menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat ekonomi umat secara terstruktur melalui sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat.
“Kami menargetkan tambahan 300 hektare tanah wakaf tersertifikasi dan sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi 1.000 nazhir (pengelola wakaf)," katanya. Kemudian penghimpunan wakaf uang tahun ini ditargetkan mencapai Rp 100 miliar melalui berbagai skema seperti Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), Cash Waqf Linked Deposit (CWLD), dan Social Crowdfunding (SCF). Selain itu, sebanyak 2.700 mauquf ’alaih atau penerima manfaat wakaf ditargetkan menerima manfaat langsung dari program ini.
Waryono juga menyampaikan, program Inkubasi Wakaf Produktif juga akan diperluas di 27 lokasi. Dengan total nilai manfaat mencapai Rp 2 miliar. Program ini difokuskan pada enam sektor produktif. Yaitu UMKM, pertanian, perikanan, perkebunan, jasa, dan peternakan, dengan proyeksi manfaat langsung kepada 810 orang mauquf ’alaih.
Selanjutnya di sektor Kampung Zakat Reborn, Kemenag menargetkan pengembangan di 33 lokasi. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menyalurkan Rp 15 miliar dana zakat dan Rp 660 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendukung 3.300 Kartu Keluarga (KK) mustahik atau sekitar 9.900 anggota keluarga. "Program ini akan difokuskan pada lima sektor pemberdayaan. Kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan dakwah," kata dia.
Kemenag juga mengoptimalkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA di 71 lokasi. Hingga saat ini, total Rp 2 miliar dana zakat telah disalurkan. Dana itu menjangkau 710 penerima manfaat yang memperoleh pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi.
Waryono menjelaskan Kemenag berharap Asta Protas itu dapat memperkuat upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Khususnya melalui pengelolaan zakat dan wakaf yang lebih produktif, terintegrasi, dan terukur.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
