
Pengamat politik menilai Presiden Prabowo lebih akomodatif terhadap kebebasan berekspresi. (Istimewa)
JawaPos.com–Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai fenomena kemunculan tagar Indonesia Gelap mencerminkan ekspresi kekecewaan publik terhadap ketidakhadiran negara dalam menyikapi dinamika politik yang berlangsung dalam periode sebelumnya.
”Respons ini merupakan refleksi dari akumulasi kegagalan institusional dalam menghadirkan solusi yang berkeadilan atas permasalahan sosial dan hukum yang diabaikan dalam jangka panjang,” kata Pangi dalam sebuah Podcast bertema Indonesia (Tidak) Gelap: Membaca Kondisi Sosial, Politik, dan Ekonomi Nasional, Rabu (30/4).
Pangi menambahkan, pemerintah menghadapi tantangan penting dalam membangun kembali optimisme masyarakat, khususnya melalui pemenuhan tiga aspek utama. Yaitu stabilitas keamanan, ketahanan pangan, dan kepercayaan publik.
Menurut dia, meski dua aspek pertama dapat diinisiasi melalui pemberdayaan masyarakat, aspek ketiga, kepercayaan, memerlukan legitimasi moral dan konsistensi kepemimpinan.
”Dalam hal ini, Presiden Prabowo dinilai berhasil membangun narasi harapan dan keberanian menghadapi masa depan,” ujar Pangi Syarwi Chaniago.
Dibandingkan dengan rezim sebelumnya, kata Pangi, pemerintahan saat ini menunjukkan pendekatan yang lebih akomodatif terhadap kebebasan berekspresi. Pilar demokrasi seperti freedom of speech dan freedom of expression mendapat ruang yang lebih proporsional dalam kebijakan publik.
Menurut dia, kepemimpinan Presiden Prabowo yang berlatar belakang militer menanggapi stigma negatif tentang pemimpin militer yang otoriter. Presiden Prabowo telah membuktikan bahwa seorang pemimpin dengan latar belakang militer dapat tetap bersikap demokratis dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Pangi Syarwi Chaniago menambahkan, saluran komunikasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi lebih efektif jika dilakukan melalui mekanisme partisipatif seperti forum dengar pendapat yang melibatkan pemangku kepentingan. Yakni kalangan akademisi, pimpinan mahasiswa (BEM), serta organisasi masyarakat sipil lintas sektor.
”Langkah ini dapat mengartikulasikan kritik dan masukan secara bertanggung jawab dan sistematis, sekaligus memberi ruang tindak lanjut yang terukur oleh negara,” jelas Pangi Syarwi Chaniago.
Kepemimpinan Presiden Prabowo, lanjut dia, dinilai cukup kuat karena kemampuannya dalam memberikan harapan dan visi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Dengan mengedepankan semangat nasionalisme, Presiden menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang lebih kuat dan kompetitif di tingkat internasional.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
