Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 05.17 WIB

Pengamat Politik Nilai Pemerintahan Presiden Prabowo Lebih Akomodatif Terhadap Kebebasan Berekspresi

Pengamat politik menilai Presiden Prabowo lebih akomodatif terhadap kebebasan berekspresi. (Istimewa) - Image

Pengamat politik menilai Presiden Prabowo lebih akomodatif terhadap kebebasan berekspresi. (Istimewa)

JawaPos.com–Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai fenomena kemunculan tagar Indonesia Gelap mencerminkan ekspresi kekecewaan publik terhadap ketidakhadiran negara dalam menyikapi dinamika politik yang berlangsung dalam periode sebelumnya.

”Respons ini merupakan refleksi dari akumulasi kegagalan institusional dalam menghadirkan solusi yang berkeadilan atas permasalahan sosial dan hukum yang diabaikan dalam jangka panjang,” kata Pangi dalam sebuah Podcast bertema Indonesia (Tidak) Gelap: Membaca Kondisi Sosial, Politik, dan Ekonomi Nasional, Rabu (30/4).

Pangi menambahkan, pemerintah menghadapi tantangan penting dalam membangun kembali optimisme masyarakat, khususnya melalui pemenuhan tiga aspek utama. Yaitu stabilitas keamanan, ketahanan pangan, dan kepercayaan publik.

Menurut dia, meski dua aspek pertama dapat diinisiasi melalui pemberdayaan masyarakat, aspek ketiga, kepercayaan, memerlukan legitimasi moral dan konsistensi kepemimpinan.

”Dalam hal ini, Presiden Prabowo dinilai berhasil membangun narasi harapan dan keberanian menghadapi masa depan,” ujar Pangi Syarwi Chaniago.

Dibandingkan dengan rezim sebelumnya, kata Pangi, pemerintahan saat ini menunjukkan pendekatan yang lebih akomodatif terhadap kebebasan berekspresi. Pilar demokrasi seperti freedom of speech dan freedom of expression mendapat ruang yang lebih proporsional dalam kebijakan publik.

Menurut dia, kepemimpinan Presiden Prabowo yang berlatar belakang militer menanggapi stigma negatif tentang pemimpin militer yang otoriter. Presiden Prabowo telah membuktikan bahwa seorang pemimpin dengan latar belakang militer dapat tetap bersikap demokratis dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.

Pangi Syarwi Chaniago menambahkan, saluran komunikasi antara masyarakat dan pemerintah menjadi lebih efektif jika dilakukan melalui mekanisme partisipatif seperti forum dengar pendapat yang melibatkan pemangku kepentingan. Yakni kalangan akademisi, pimpinan mahasiswa (BEM), serta organisasi masyarakat sipil lintas sektor.

”Langkah ini dapat mengartikulasikan kritik dan masukan secara bertanggung jawab dan sistematis, sekaligus memberi ruang tindak lanjut yang terukur oleh negara,” jelas Pangi Syarwi Chaniago.

Kepemimpinan Presiden Prabowo, lanjut dia, dinilai cukup kuat karena kemampuannya dalam memberikan harapan dan visi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik. Dengan mengedepankan semangat nasionalisme, Presiden menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara yang lebih kuat dan kompetitif di tingkat internasional.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore