Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Mei 2025 | 01.16 WIB

Jeritan Mantan Pemain Sirkus Bikin Dedi Mulyadi Luluh, Beri Bantuan Hingga Rp 300 Juta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Polemik antara mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) dengan pihak Taman Safari Indonesia (TSI) tak kunjung usai. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun turun tangan.

Dalam sebuah pertemuan bersama para mantan pemain sirkus dan Direktur TSI, Dedi Mulyadi menyatakan secara tegas akan memberikan bantuan pribadi senilai Rp300 juta untuk para eks pemain sirkus yang merasa terabaikan.

"Saya sebagai Gubernur Jawa Barat menyiapkan Rp 300 juta buat Ibu dan teman-teman (mantan pemain sirkus OCI) agar Ibu juga bolak-balik kumpul lagi, juga aman ongkosnya, nggak kayak sekarang," ujar Dedi.

Ia juga mengingatkan kejayaan Taman Safari tak lepas dari pemanfaatan lahan negara dan peran para pemain sirkus OCI.

"Kalau ada berkaitan dengan jasa kakeknya berarti ada keterkaitan dengan jasa mereka (mantan pemain sirkus OCI). Pakai hati aja deh," ucapnya.

Tak hanya soal uang, Dedi juga menginisiasi pertemuan lanjutan secara pribadi di rumah dinasnya untuk membuka ruang dialog dan menemukan jalan damai.

"Ada hal yang dalam hidup kita harus disadari. Adalah kita bisa menang di peradilan, kita bisa menang di atas kertas, kita bisa menang di atas akta. Tapi kita tidak akan bisa menang melawan jerit manusia yang tembus ke langit, pesan saya itu aja," lanjutnya.

Dalam forum tersebut, kuasa hukum eks pemain OCI Muhammad Sholeh membeberkan fakta bahwa Taman Safari dan OCI tak bisa dipisahkan. 

"Menurut saya para korban yang selalu sakit hati karena selalu antara Taman Safari dengan OCI selalu dipisahkan," tegas Sholeh.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Taman Safari berawal dari kontribusi besar para pemain sirkus OCI.

"Padahal menurut para korban sebelum ada Taman Safari ya OCI. Sehingga sukses, menjadi kaya, bikin Taman Safari 1, bikin 2, bikin di Bali itu ya mereka, OCI," katanya.

Tak hanya itu, Sholeh menyoroti bahwa meski OCI bubar pada 2019, peninggalan mereka justru dipajang di Museum Taman Safari Prigen.

"Jadi kalau ngomong nggak ada kaitannya, nggak terdaftar. Menurut saya begini ini bukan sebuah solusi," ujarnya.

Namun, Direktur TSI Aswin Sumampau membantah klaim adanya keterkaitan antara perusahaannya dan OCI. Ia menyebut tuntutan finansial tidak bisa dibebankan ke perusahaan.

"Saya sebagai Direktur Utama PT Taman Safari pastinya tidak bisa mengeluarkan uang dari PT karena ini bukan hal PT. Jadi bukan terhadap PT-nya sebenarnya gitu," jelas Aswin.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore