Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Mei 2026 | 06.00 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi Tunjukkan Integritas! Tak Mempan Meski Dibujuk Bupati Bogor Terkait Tambang Parung Panjang

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan kepala Samsas Soekarno-Hatta, Kota Bandung karena tidaj mengindahkan SE yang isinya boleh membayar pajak tahunan kendaraan tanpa KTP pemilik sebelumnya. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menonaktifkan kepala Samsas Soekarno-Hatta, Kota Bandung karena tidaj mengindahkan SE yang isinya boleh membayar pajak tahunan kendaraan tanpa KTP pemilik sebelumnya. (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)

JawaPos.com - Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi atau kerap disapa KDM cukup mengejutkan bagi sejumlah pihak. Pasalnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto bukan hanya menunjukkan dukungannya pada aktivitas pertambangan saat tampil berorasi di hadapan para pendemo di Cibinong, beberapa hari lalu.

Rudy Susmanto ternyata juga sempat melobi KDM agar segera membuka pertambangan di wilayah Rumpin, Cigudeg, dan Parung Panjang. Bahkan, Rudy Susmanto menjadi jembatan hendak mempertemukan KDM dengan para pengusaha tambang.

"Pak Bupati sudah melaksanakan tugasnya menyampaikan apa yang diinginkan oleh masyarakat. Dan perjuangannya Pak Bupati sangat panjang, berusaha beberapa kali bertemu saya, kemudian mengajak saya bertemu dengan pengusaha," kata KDM.

Meski dibujuk Rudy Susmanto dan dijanjikan mau dipertemukan dengan pengusaha tambang, sikap KDM tidak goyah sama sekali. Dedi Mulyadi justru semakin bersemangat untuk menegakkan aturan.

"Untuk sementara ini saya tidak dulu memenuhi pertemuan itu, karena saya menjaga integritas saya. Bahwa seluruh keputusan dilakukan berdasarkan sistem. Nah, sistemnya lagi kita kelola," tegas KDM.

Sebagai pemimpin tertinggi di wilayah provinsi Jawa Barat, sikap Dedi Mulyadi tidak hanya mengakomodasi satu kepentingan saja, tapi berusaha mengakomodasi kepentingan semua pihak.

Terutama kepentingan masyarakat umum di wilayah Bogor Barat yang ingin lingkungan mereka jadi bersih,indah, tidak macet, jalanan tidak rusak lagi, dan tidak terjadi kecelakaan akibat truk pertambangan.

"Yang harus dipikirkan bukan yang hanya berguna pada sektor tambang. Yang dipikirkan adalah jalur Parung Panjang yang dilewati. Itu adalah masyarakat kita juga yang harus dilindungi agar nyaman ketika sekolah, agar nyaman berpergian ke kantor, agar nyaman ketika pergi ke rumah sakit, agar nyaman berdagang," papar KDM.

Dedi Mulyadi justru melihat potensi kerugian besar akan terjadi ketika tambang dipaksakan dibuka lagi disaat jalan khusus tambang belum selesai dibangun. KDM melihat kerugian besar akan dialami masyarakat di wilayah Bogor Barat.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore