
Menhut Raja Juli Antoni bertemu dengan masyarakat pengelola perhutanan sosial di Gunung Jaboi, Sabang, Provinsi Aceh (9/4). (Humas Kemenhut)
JawaPos.com - Hidup tidak jauh dari kawah Gunung Berapi Jaboi, bukan berarti penuh dengan hal yang menyeramkan. Warga di sana justru berhasil memproduksi beragam olahan dari hasil hutan. Dengan cara memanfatkan skema perhutanan sosial yang disiapkan pemerintah.
Gunung Jaboi berada di Provinsi Aceh. Menjadi salah satu gunung aktif di Indonesia. Menariknya beberapa kawah yang berada di kaki Gunung Jaboi dijadikan sebagai destinasi wisata. Secara khusus Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau layanan perhutanan sosial di kawasan Gampong Jaboi, Aceh.
Dalam kunjungannya itu, Raja bertemu dengan sejumlah Kelompok Tani Hutan (KTH). Diantaranya KTH Gampong Jaboi dan KTH Anuek Glee. Dia bahkan sempat mencicipi produk olahan hasil kelompok tani hutan. Seperti teh sarang semut (Myrmecodia pendans), selai buah jamblang, dan sirup buah carica. Selain itu ada pula produk piring yang dibuat dari pelepah pisang.
Untuk diketahui, sejumlah olahan tersebut mempunyai banyak khasiat. Termasuk teh sarang semut. Menurut sejumlah literatur, teh sarang semut bisa mengatasi beragam penyakit. Seperti diare dan mengontrol gula darah. Teh sarang semut juga bisa menjaga daya tahan tubuh.
"Luar biasa, saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya apa yang sudah diinisiasi dan dikerjakan oleh pemuda-pemudi di Kampung Gampong Jaboi ini," kata Raja dalam keterangannya Rabu (9/4) malam. Dia berharap kerjasama pemerintah dengan masyarakat melalui Perhutanan Sosial bisa terjalin terus dan berkembang jadi lebih baik lagi.
Untuk diketahui, lokasi-lokasi perhutanan sosial yang dikunjungi Raja terletak di kaki Gunung Merapi Jaboi. Di sana terdapat beberapa kawah yang dijadikan sebagai destinasi wisata. Selain itu, Gampong Jaboi ini juga dilengkapi dengan area outbound.
Pada momen itu, Raja sempat berjumpa dan berbincang dengan turis dari Belgia. Mereka datang bersama keluarga untuk menikmati keindahan Gampong Jaboi, di Sabang, Aceh. Raja menyebut daya tarik yang ikonik itu perlu lebih dipromosikan secara maksimal.
"Tadi saya bertemu pengunjung dari Belgia mengatakan ini lokasi sangat cantik, sangat indah, tidak bisa ditemukan dimanapun, ini adalah unik sangat ikonik," ungkap Raja. Baginya keindahan alam itu yang harus dipromosikan secara maksimal. Termasuk promosi melalui media sosial (medsos) secara baik.
Pada kesempatan tersebut, Raja juga turut serta dalam program adopsi pohon. Adopsi pohon sendiri menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kelestarian alam. "Insyaallah banyak orang yang akan mau menjaga hutan kita dengan lebih baik. Dan juga menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat kita," tuturnya. (wan)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
