Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Februari 2025 | 01.40 WIB

83 Tahun Pertempuran Laut Jawa: Mengenang Pengorbanan, Merajut Perdamaian

Anggota keluarga pejuang yang gugur, Merel Nahuysen tampak berdiri di depan makam kakeknya, Antonie Nahuysen, seorang telegrafis di kapal HNLMS De Ruyte. (Riana Setiawan / Jawa Pos). - Image

Anggota keluarga pejuang yang gugur, Merel Nahuysen tampak berdiri di depan makam kakeknya, Antonie Nahuysen, seorang telegrafis di kapal HNLMS De Ruyte. (Riana Setiawan / Jawa Pos).

JawaPos.com – Suasana penuh khidmat menyelimuti Ereveld Kembang Kuning, Surabaya, saat peringatan 83 tahun Pertempuran Laut Jawa digelar pada Kamis (27/2). Acara tersebut dihadiri oleh keluarga prajurit yang gugur, para pejabat, serta perwakilan pemerintah Belanda. Upacara ini menjadi momen refleksi untuk mengenang sejarah sekaligus menegaskan pentingnya menjaga perdamaian.
 
Di antara mereka yang hadir, Merel Nahuysen tampak berdiri di depan makam kakeknya, Antonie Nahuysen, seorang telegrafis di kapal HNLMS De Ruyter yang tenggelam dalam pertempuran tersebut. Matanya berkaca-kaca saat mengenang peristiwa yang telah mengubah keluarganya. "Biasanya saya datang bersama ayah, tapi tahun ini berbeda karena beliau telah tiada. Ini menjadi momen yang sangat emosional bagi saya," tuturnya kepada JawaPos.com dengan suara lirih. Merel berharap tragedi perang bisa menjadi pengingat bagi dunia agar konflik serupa tidak terulang.
 
Peringatan dimulai di Monumen Karel Doorman dengan lantunan lagu Dona Nobis Pacem yang menciptakan suasana haru. Para tamu kemudian melanjutkan ziarah ke makam para prajurit yang gugur dalam pertempuran tersebut. Ereveld Kembang Kuning, sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi banyak korban perang, menjadi saksi bisu dari salah satu peristiwa bersejarah di Perang Dunia II.
 
 
Direktur Makam Kehormatan Belanda, Eveline de Vink, menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya untuk mengenang para korban, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi mendatang. “Sejarah ini harus terus diceritakan agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dunia masih penuh ketegangan, dan kita harus menyadari betapa rapuhnya perdamaian,” ujarnya.
 
Pertempuran Laut Jawa, yang terjadi pada 27 Februari 1942, merupakan salah satu pertempuran laut terbesar di Asia Tenggara selama Perang Dunia II. Dalam pertempuran ini, armada Sekutu yang dipimpin Laksamana Muda Karel Doorman berusaha menghadang serangan Angkatan Laut Jepang. Namun, mereka harus menghadapi kekuatan yang lebih unggul, hingga akhirnya tiga kapal perang Belanda—HNLMS De Ruyter, HNLMS Java, dan HNLMS Kortenaer—tenggelam. Sebanyak 915 prajurit, termasuk Doorman, kehilangan nyawa dalam peristiwa tersebut.
 
Honorary Consul of the Kingdom of the Netherlands di Jawa Timur, Lily Jessica Tjokrosetio, menegaskan bahwa peringatan ini mengingatkan semua pihak bahwa perang tidak pernah menjadi solusi. “Kita harus belajar dari sejarah. Perang hanya membawa penderitaan berkepanjangan. Semoga kita dapat menjaga perdamaian agar generasi mendatang tidak perlu mengalami luka yang sama,” ujarnya.
 
Selain upacara peringatan, pemerintah Belanda juga terus melakukan pencarian data keluarga prajurit yang gugur dalam pertempuran tersebut. Dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya, mereka berusaha menelusuri arsip pemakaman di Peneleh, yang telah berdiri sejak tahun 1800-an. “Masih banyak keluarga di Belanda yang ingin mengetahui keberadaan leluhur mereka. Kami berupaya membantu dengan data yang tersedia,” tambah Lily.
 
Di bawah langit Surabaya yang cerah, di antara deretan makam yang tertata rapi, tersimpan kisah tentang keberanian, kehilangan, dan harapan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar kenangan, tetapi juga pelajaran berharga agar dunia tidak kembali terjerumus dalam tragedi yang sama.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore