Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Agustus 2021 | 00.51 WIB

KPK Umbar Keberadaan Harun Masiku, BW: Berbahaya dan Menyesatkan

Bambang Widjojanto. (Imam Husein/Jawa Pos) - Image

Bambang Widjojanto. (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com - Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengomentari pernyataan Deputi Penindakan KPK Karyoto yang mengklaim mengetahui keberadaan buronan Harun Masiku. Pria yang akrab disapa BW ini menyebut, pernyataan Karyoto tersebut dinilai menyesatkan.

"Klaim sepihak KPK yang menyatakan mengetahui keberadaan DPO Harun Masiku potensial absurd, berbahaya dan menyesatkan," kata BW dalam keterangannya, Rabu (25/8).

BW menyampaikan, KPK diduga telah secara sengaja memberitahukan sang buronan, untuk segera menyingkir dan menghindar karena penegak hukum sudah mengetahui keberadaannya. Padahal, seharusnya KPK bisa berkordinasi dengan penegak hukum dimana keberadaan Harun Masiku.

"Alasan adanya pandemi bisa jadi hanya mengada-ada dan bluffing. Karena Harun Al Rasyid, Penyelidik KPK yang di TWK kan oleh Pimpinan KPK sudah bicara lebih dari satu bulan lalu soal keberadaan Harun Masiku dimana kala itu, KPK justru bungkam. Tapi tetiba, sekarang menceracau tahu keberadaan Harun," papar BW.

Dia khawatir KPK seolah ingin meyakinkan publik bahwa lembaganya masih terus bekerja dan berupaya tengah memburu buronan yang tak berhasil ditangkapnya. Jika hal ini tidak benar, tindakan tersebut menyesatkan dan memanipulasi fakta penegakan hukum yang sebenarnya.

"Hal tersebut adalah obstruction of justice, karena seolah-olah melakukan penegakan hukum tapi itu tidak sungguh-sungguh atau bahkan mengaburkan dan menghalangi proses penegakan hukum yang sebenarnya," cetus BW.

Sebelumnya Deputi Penindakan KPK Karyoto menegaskan, pihaknya terus memburu tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku yang kini masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, Karyoto mengaku sangat bernafsu untuk meringkus Harun Masiku.

"Saya sangat nafsu sekali ingin menangkap kalau diperintah. Waktu itu pak ketua sudah memerintahkan kauberangkat, tapi kesempatannya belum ada," kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/8).

Karyoto pun mengklaim, pihaknya terlebih dahulu mengetahui keberadaan Harun Masiku sebelum Kasatgas KPK nonaktif Harun Al Rasyid membukanya ke publik. Dia menyebut, informasi yang diterima Karyoto sama seperti dengan Harun Al Rasyid.

"Kalau masalah DPO kalau kita menyebutkan di mana-mana nggak efektif. Memang kemarin sebenarnya sudah masuk, sebelum Harun Al Rasyid teriak-teriak saya tahu tempatnya saya tahu tempatnya, hampir sama informasi Harun Al Rasyid dan kami, hanya saja karena tempatnya bukan di dalam, kita mau ke sana juga bingung," ujar Karyoto.

Oleh karena itu, Karyoto membantah anggapan publik terkait KPK yang enggan menangkap mantan Caleg PDIP Harun Masiku. Dia menegaskan, KPK akan meringkus jika mengetahui secara pasti keberadaan Harun Masiku.

"Selama yang bersangkutan ada dan bisa dipastikan A1 keberadaannya saya siap berangkat," tegas Karyoto.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore