
Kegiatan diskusi Penguatan Moderasi Beragama untuk Masyarakat yang diselenggarakan LTN PBNU di Jakarta, Selasa (10/12). Hilmi/Jawa Pos
JawaPos.com - Kampanye atau infiltrasi paham radikalisme di media sosial (medsos) ditengarai masih terus bermunculan. Untuk menangkisnya, tidak cukup lewat literasi digital. Tetapi juga lewat penguatan moderasi beragama yang jadi program utama pemerintah sekarang.
Ancaman kampanye atau infiltrasi paham radikalisme itu dikupas dalam diskusi Penguatan Moderasi Beragama untuk Masyarakat yang diselenggarakan Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) PBNU di Jakarta pada Selasa (10/12). Dalam diskusi itu, Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU KH Nurul Badruttamam mengatakan, moderasi beragama perlu terus digulirkan di masyarakat.
Karena di dalamnya banyak pilar yang bisa membendung paham radikalisme. Seperti pilar toleransi, juga ada pilar kedamaian serta keadilan. Menurutnya, pilar-pilar moderasi tersebut, perlu diimplementasikan secara nyata dalam segala aspek kehidupan. "Termasuk dalam bermedia sosial," katanya.
Kiai Nurul mengatakan, dalam pengembangan moderasi beragama perlu diiringi dengan penguatan literasi digital. Baginya, literasi digital itu penting. Khususnya untuk menebar pesan damai dan menjaga harmoni antarumat beragama berbasis teknologi.
Dia mengatakan saat ini ada tiga tantangan moderasi beragama di media sosial. Pertama adalah radikalisasi online. Yaitu penyebaran ideologi radikal melalui platform media sosial. Radikalisasi online ini harus dibasmi dengan melibatkan banyak pihak. Tidak cukup peran tokoh agama saja.
"Kedua adalah disinformasi keagamaan," katanya. Disinformasi keagamaan yakni maraknya berita palsu yang berpotensi memecah-belah umat. Lalu yang ketiga adalah, polarisasi konten media sosial. Polarisasi di ranah digital itu, apat memicu konflik antar kelompok umat beragama.
Ketua LTN PBNU Ishaq Zubaedi mengatakan, kehidupan beragama yang moderat menjadi pilar penting untuk pembangunan bangsa dan negara. "Moderasi beragama mejadi salah satu indikator penting, bahwa pembangunan di republik kita ini berjalan memenuhi unsur-unsur dari sejumlah kebutuhan bangsa Indonesia," jelas Staf Khusus Menteri Sosial itu.
Menurutnya moderasi beragama juga menjadi kunci penting terciptanya harmoni sosial yang dapat menjadi indikator pembangunan yang sudah tercapai. Moderasi beragama ini lebih ditekankan pada masalah-masalah kehidupan beragama yang moderat. "Jika harmoni sosial terbentuk maka salah satu prasyarat untuk melanjutkan pembangunan itu sudah tercapai," terangnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
