
Ilustrasi bahaya penyakit Diabetes. (Pixabay)
JawaPos.com - Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November menjadi ‘’pengingat’’ untuk terus meningkatkan kesadaran penyakit diabetes. Peringatan Hari Diabetes Sedunia sudah dilakukan sejak 1921 saat ditemukannya insulin oleh Frederick Banting dan Charles Herbert.
Mengangkat tema Breaking Barriers and Bridging Gaps, peringatan tahun ini menyoroti pentingnya mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi penderita diabetes dalam mengakses pengobatan yang layak.
Spesialis penyakit dalam RS Premier Surabaya Dr Sony Wibisono dr., Sp.PD-KEMD., FINASIM, menjelaskan masih banyak problem diabetes yang dihadapi di Indonesia. Mulai dari tenaga kesehatan hingga pasien. ‘’Tema diabetes tahun ini tujuannya untuk meningkatkan kesadaran kita tentang kesetaraan fisik, mental, dan sosial,” jelas dr Sony.
Bagaimana kondisinya di Indonesia? Banyak penderita diabetes yang masih menghadapi kesulitan dalam mengontrol gula darah termasuk karena kurangnya informasi. Padahal, jika tidak tertangani diabetes dapat berakhir fatal.
Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat. Pada 2018 prevalensi diabetes mencapai 10,9% dan naik menjadi 11,7% pada 2023. Kenaikan itu menunjukkan bahwa diabetes masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia.
Dr Sony mengungkap fakta mengejutkan. Dari prevalensi itu, hanya 30% penderita diabetes di Indonesia yang terdiagnosis. Sisanya, atau sekitar 70%, tidak menyadari bahwa gula darah mereka tinggi atau menderita diabetes. Hal ini tentu menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian diabetes di Indonesia.
‘’Artinya saat ini kita menghadapi 2 masalah. Penderita yang belum terdiagnosis diabetes atau masyarakat yang belum menyadari bahwa dia terkena diabetes. Kedua, penderita diabetes yang tidak terkontrol gula darahnya, itu menambah beban kesehatan,” lanjut dr Sony.
Artinya saat ini kita menghadapi 2 masalah. Penderita yang belum terdiagnosis diabetes atau masyarakat yang belum menyadari bahwa dia terkena diabetes. Kedua, penderita diabetes yang tidak terkontrol gula darahnya, itu menambah beban kesehatan,” lanjut dr Sony.
Spesialis penyakit dalam RS Premier Surabaya Dr Sony Wibisono dr., Sp.PD-KEMD., FINASIM. (Istimewa)
Artinya saat ini kita menghadapi 2 masalah. Penderita yang belum terdiagnosis diabetes atau masyarakat yang belum menyadari bahwa dia terkena diabetes. Kedua, penderita diabetes yang tidak terkontrol gula darahnya, itu menambah beban kesehatan,” lanjut dr Sony.
Banyak penderita diabetes tidak menyadari kondisi mereka hingga mengalami komplikasi kronis. Untuk itu dibutuhkan skrining dengan melihat faktor risiko diabetes.
Dr Sony menekankan, pada masyarakat usia 40 tahun ke atas segera lakukan tes gula darah. Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga diabetes, memiliki tekanan darah tinggi, berat badan berlebih kategori gemuk, dan gangguan kolesterol. ‘’Itu semua bila usia sudah 40 tahun minimal harus di-screening,” sarannya.
Lebih detail dr Sony menjabarkan, jika hasil normal pada screening gula darah puasa maka pemeriksaan dapat diulangi 2-3 tahun kemudian. Namun jika hasilnya masuk pada kategori prediabetes maka pemeriksaan diulang satu tahun setelahnya.
Prediabetes ditunjukan dengan hasil tes gula darah puasa 100-125, HBA1C diangka 5,7-6,4, atau gula darah setelah diberi gula 75 gram 2 jam kemudian hasilnya 140-199.
‘’Bagi yang hasil pemeriksaannya normal maka penting menjaga pola hidup sehat. Yang prediabetes, jaga pola hidup sehat dan dibutuhkan bantuan obat,” terang dr Sony.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
