
Data Globocan 2020 menunjukkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.
JawaPos.com - Kesadaran perempuan untuk menjalani skrining kesehatan secara rutin masih tergolong rendah. Banyak yang baru memeriksakan diri ketika gejala sudah muncul, padahal berbagai kondisi kesehatan sebenarnya bisa dikenali lebih awal melalui pemeriksaan yang tepat.
Deteksi dini menjadi langkah krusial agar perempuan dapat memahami kondisi tubuhnya dan mengambil keputusan kesehatan secara lebih bijak sejak awal.
Data Globocan 2020 menunjukkan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia, dengan sekitar 36.000 kasus baru dan 20.700 kematian setiap tahunnya. Angka ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi sekaligus perluasan akses terhadap layanan skrining bagi masyarakat.
Kemajuan teknologi laboratorium kini turut mendukung upaya deteksi dini melalui metode berbasis molekuler. Pendekatan ini bekerja dengan menganalisis materi genetik seperti DNA untuk mendeteksi keberadaan virus, infeksi, maupun faktor risiko kesehatan sejak tahap paling awal.
Dengan demikian, tenaga medis dapat memperoleh gambaran kondisi kesehatan yang lebih akurat dan memberikan rekomendasi pencegahan yang sesuai bagi setiap individu.
Dalam konteks kesehatan perempuan, sejumlah pemeriksaan berbasis molekuler yang semakin direkomendasikan meliputi tes HPV DNA untuk mendeteksi virus yang berisiko menyebabkan kanker serviks, pemeriksaan Sexually Transmitted Infection (STI) guna mengidentifikasi infeksi menular seksual yang kerap tanpa gejala, serta pemahaman terkait peran nutrisi dalam menjaga kesehatan reproduksi, daya tahan tubuh, dan keseimbangan kesehatan secara keseluruhan. Perpaduan antara skrining rutin dan pola hidup sehat menjadi kunci menjaga kualitas hidup jangka panjang.
Dalam kesempatan itu, dr. Hariyono Winarto, Sp.OG(K) menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap infeksi menular seksual yang sering tidak menunjukkan tanda-tanda.
“Banyak perempuan belum menyadari bahwa infeksi menular seksual, termasuk HPV, dapat terjadi tanpa gejala. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat menjadi langkah penting agar kondisi dapat dikenali lebih awal. Selain skrining, menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat dan nutrisi seimbang juga berperan dalam menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan perempuan,” jelas Hariyono dalam talkshow “She Thrives: A Road to Better Health” oleh Prodia di Jakarta, dikutip Selasa (21/4).
Sementara itu, dr. Rina Triana menyoroti peran vital pemeriksaan laboratorium dalam membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya sejak dini.
“Pemeriksaan laboratorium memiliki peran penting dalam membantu perempuan memahami kondisi kesehatannya, bahkan sebelum gejala muncul. Kini, dengan inovasi tes HPV DNA yang dapat dilakukan secara mandiri, perempuan memiliki pilihan layanan yang lebih praktis, nyaman, dan tetap akurat sesuai kebutuhannya. Harapannya, semakin banyak perempuan tidak menunda deteksi dini,” ujar dr. Rina.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
