Persebaya Surabaya mendapatkan pembelajaran berharga setelah dikalahkan Persib Bandung 0-2. (Instagram Persebaya)
JawaPos.com — Di Liga 1 Indonesia 2024/2025, Persebaya Surabaya dikenal memiliki kualitas menyerang yang mumpuni. Namun, di bawah asuhan Paul Munster, Green Force justru lebih sering tampil dengan gaya bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Kekalahan 2-0 dari Persib Bandung pada pekan kedelapan Liga 1 2024/2025 munculkan pertanyaan di kalangan Bonek. Mengapa tim yang punya potensi besar dalam menyerang malah memilih pendekatan bertahan?
Paul Munster sebenarnya tidak sepenuhnya menerapkan strategi bertahan sepanjang musim ini. Data menunjukkan dalam beberapa pertandingan, Persebaya Surabaya justru lebih dominan dalam penguasaan bola, seperti saat menghadapi PSS Sleman dan Barito Putera.
Namun, dalam beberapa laga lainnya, seperti melawan Persita Tangerang dan PSBS Biak, Persebaya Surabaya terlihat lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Keputusan ini mungkin diambil Munster berdasarkan karakteristik lawan yang dihadapi.
Saat menghadapi Persib Bandung di pekan kedelapan Liga 1, Persebaya Surabaya memulai pertandingan dengan cukup defensif. Bahkan, ketika tertinggal 1-0, Munster tetap mempertahankan struktur pertahanannya sebelum akhirnya kebobolan gol kedua pada menit ke-71.
Pilihan taktik ini mungkin dipengaruhi oleh strategi Paul Munster yang adaptif. Dia cenderung menyesuaikan pendekatannya tergantung pada kekuatan lawan, terutama saat melawan tim yang memiliki penguasaan bola lebih dominan.
Namun, bukan berarti Persebaya Surabaya tidak mampu bermain menyerang. Dalam beberapa kesempatan, mereka mampu menciptakan peluang berbahaya, seperti yang terjadi di babak kedua melawan Persib, di mana Flavio Silva memiliki beberapa peluang emas yang sayangnya gagal dikonversi menjadi gol menit ke-10.
Di sisi lain, statistik menunjukkan Persebaya Surabaya sering kesulitan memaksimalkan peluang yang mereka ciptakan. Meski mampu menciptakan banyak peluang, konversi peluang menjadi gol tampaknya menjadi PR besar bagi Munster.
Hal ini terlihat dalam data expected goals (xG) mereka yang cukup tinggi di beberapa laga, namun realisasinya tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah gol yang tercipta. Seperti saat melawan Barito Putera, Persebaya Surabaya memiliki xG sebesar 3.51, namun hanya mampu mencetak dua gol.
Fakta ini mengindikasikan Paul Munster harus segera menemukan solusi untuk meningkatkan efektivitas timnya dalam mengeksekusi peluang. Kegagalan memaksimalkan peluang ini yang bisa menjadi alasan mengapa Munster memilih untuk lebih fokus pada pertahanan yang solid.
Selain itu, data penguasaan bola juga menunjukkan Persebaya Surabaya tidak selalu kalah dalam hal dominasi permainan. Dalam beberapa pertandingan, seperti melawan Malut United dan Persis Solo, mereka mencatatkan penguasaan bola yang lebih tinggi.
Namun, meski menguasai bola lebih banyak, Persebaya Surabaya sering kali kesulitan memecahkan pertahanan lawan dan mencetak gol. Pola ini memperlihatkan penguasaan bola saja tidak cukup, terutama jika tidak diiringi dengan eksekusi yang efektif.
Kembali ke pertandingan melawan Persib, meskipun penguasaan bola relatif berimbang, Persebaya Surabaya kesulitan menciptakan peluang berbahaya di babak pertama. Sementara itu, Persib berhasil memanfaatkan celah di lini pertahanan Green Force untuk mencetak dua gol.
Strategi bertahan yang diterapkan Munster mungkin juga berkaitan dengan karakter pemain yang dimiliki Persebaya Surabaya saat ini. Beberapa pemain kunci di lini serang, seperti Bruno Moreira dan Flavio Silva, memang memiliki kemampuan menyerang, namun sering kali kesulitan mengonversi peluang menjadi gol.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
