Anggota Komisi Kepolisian Nasional Poengky Indarti.
JawaPos.com – Kompolnas mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam membentuk Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (PPA) serta penguatan Direktorat Siber di berbagai Polda.
Anggota Kompolnas Poengky Indarti menekankan pentingnya pembentukan Direktorat PPA untuk merespons peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk kasus perdagangan orang yang banyak menargetkan kelompok rentan ini.
Menurut Poengky, pembentukan Direktorat PPA ini merupakan bentuk komitmen Kapolri Sigit yang telah lama ditunggu masyarakat. Terutama dalam penanganan lebih terfokus terhadap kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak.
Dengan keberadaan Direktorat PPA, Poengky berharap Polri dapat menangani kasus-kasus tersebut dengan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
"Kasus perdagangan orang dan kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan penanganan yang lebih serius, dan Direktorat PPA ini diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut," ungkap Poengky.
Salah satu aspek penting yang disoroti Poengky adalah peran polisi wanita (Polwan) dalam penanganan kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Ia menegaskan bahwa Polwan harus lebih diutamakan dalam proses ini karena mereka memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap korban, terutama dalam kasus-kasus sensitif seperti kekerasan seksual dan eksploitasi anak.
“Kami di Kompolnas sudah lama mendorong agar peran Polwan lebih diutamakan dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dengan adanya Direktorat PPA ini, kita berharap peran Polwan semakin dominan, sehingga penanganan kasus menjadi lebih responsif dan sensitif terhadap korban,” jelasnya.
Selain itu, Poengky juga menyoroti pentingnya penguatan Direktorat Siber di tingkat Polda, mengingat semakin kompleksnya kejahatan siber di era digital.
Polri diharapkan dapat memperkuat kemampuan mereka dalam menangani berbagai jenis kejahatan siber, mulai dari penipuan online, prostitusi digital, hingga pornografi yang melibatkan perempuan dan anak.
Menurut Poengky, penguatan Direktorat Siber sangat relevan, terutama mengingat tantangan yang akan dihadapi pada tahun-tahun politik mendatang, di mana ancaman kejahatan siber akan semakin meningkat.
Penguatan Direktorat Siber di Polda besar seperti Polda Metro Jaya, Polda Sumut, Polda Jabar, dan Polda Jatim merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan Polri siap menghadapi berbagai bentuk kejahatan digital.
"Dengan kejahatan siber yang semakin meningkat, Polri harus lebih siap dalam menangani ancaman ini, dan langkah penguatan Direktorat Siber adalah upaya yang tepat," ujar Poengky.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
