
Abdul Rochman. (Dok. Pribadi)
JawaPos.com – Sampai kemarin (23/8) pagi, semua masih seperti rencana semula. Abdul Rochman bakal sowan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) seusai salat Jumat, lalu deklarasi bakal maju dalam bursa ketua umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sore harinya di Jakarta. Undangan juga telah dikirim tim Gus Adung –sapaan akrab Abdul Rochman– kepada kalangan wartawan. Tapi, menjelang salat Jumat, semua rencana itu mendadak berubah.
Beredar kabar pertemuan Gus Adung dengan pengurus PBNU ditunda. Disusul kemudian informasi agenda deklarasi dibatalkan. Alasannya, mantan Sekjen GP Ansor tersebut diminta fokus menyelesaikan tugasnya di pemerintahan. Yaitu menjadi koordinator staf khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Dengan keputusan itu, hampir bisa dipastikan Muhaimin Iskandar bakal menjadi calon tunggal Ketum PKB dalam muktamar yang akan berlangsung mulai hari ini di Nusa Dua, Badung, Bali. Hampir pasti pula Muhaimin bakal memimpin PKB lagi. ”Jelang muktamar yang tinggal hitungan jam ini terus terang dinamikanya begitu kencang,” kata Adung.
Setelah berdiskusi cukup intensif, ungkap Adung, Yaqut memintanya mengutamakan tugas-tugas di pemerintahan. ”Bagi saya Gus Men (sapaan Menag Yaqut, Red) ini adalah kiai, pimpinan saya, sekaligus ulil amri,” ujarnya.
Adung mengakui, keputusan mundur itu pasti mengagetkan banyak pihak. Termasuk para kiai dan ratusan pengurus cabang yang sudah mendukungnya. Meski batal maju dalam kontestasi Ketum, dia berharap pelaksanaan muktamar PKB benar-benar berjalan demokratis. Termasuk mendorong agar menempatkan muktamar sebagai forum evaluatif yang kritis untuk mengembalikan PKB sebagai partai yang reformis, terbuka, dan modern. ”Saya dengan kerendahan hati mohon maaf atas keputusan ini,” ucapnya.
Muhaimin menyatakan, pihaknya akan mengawali muktamar dengan musyawarah-musyawarah informal. ”Terutama musyawarah para kiai, para ulama, dalam menyiapkan bahan-bahan untuk pembahasan muktamar,” ujarnya.
Ditanya mengenai kepastian maju kembali sebagai calon Ketum PKB, Muhaimin menjawab diplomatis. Baginya porsi muktamar nanti adalah untuk mengakhiri masa jabatan sekaligus pertanggungjawaban sebagai Ketum selama lima tahun terakhir.
Instruksi Balik Kanan
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf meminta personel Ansor, Banser, dan Pagar Nusa balik kanan alias kembali ke kampung halaman masing-masing. Mereka sebelumnya berkumpul di Bali untuk apel yang sedianya digelar 21–25 Agustus. ”Terima kasih dan ucapan selamat bahwa sahabat sekalian menunjukkan dedikasi, komitmen, dan disiplin yang tinggi dalam organisasi,” katanya.
Tak ada penjelasan khusus mengapa mereka diminta pulang. Yang jelas, kepada masyarakat Bali, Gus Yahya (sapaan Yahya Cholil Staquf) mengucapkan banyak terima kasih. Karena sudah menyambut kedatangan Ansor, Banser, serta Pagar Nusa dengan keterbukaan hati. (wan/tyo/c9/ttg)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
