
Para peserta kegiatan lari dalam rangka solidaritas kemanusiaan untuk Palestina bertajuk
JawaPos.com–Kolaborasi olahraga dan pariwisata pada pemerintahan Jokowi dinilai sukses. Beberapa event olahraga internasional dinilai mampu mendongkrak pariwisata Indonesia.
Beberapa di antaranya yakni MotoGP, F1 Powerboat, hingga Piala Dunia U-17, mampu mendongkrak devisa bagi negara. Tidak hanya itu, masyarakat mendapat untung dengan penyelenggaraan itu.
Hal itu diungkapkan Peneliti Laboratorium Administrasi dan Kebijakan Publik FISIP Universitas Lampung Dodi Faedlulloh. Dia melihat keberhasilan itu menjadi dorongan untuk keberlanjutan untuk roda pemerintahan selanjutnya untuk menggabungkan dua lembaga yaitu olahraga dan pariwisata.
”Dengan menyelenggarakan agenda olahraga, festival budaya dan pariwisata, Indonesia dapat menarik khalayak global, meningkatkan perekonomian dan tentu orientasi internasional,” kata Dodi.
Dodi melihat melalui kolaborasi baik itu, diharapkan pemerintah membuat kebijakan strategis dan proaktif dengan mentransformasikan lembaga di pemerintahan. Salah satunya berani menjadikan agenda publik keolahragaan dan pariwisata dalam kementerian tersendiri.
”Presiden terpilih layak mempertimbangkan gagasan ini, karena relasi antara olahraga dan wisata kini jauh telah berkembang seiring berjalannya waktu. Faktor globalisasi juga memainkan peran penting dalam pengembangan wisata olahraga,” terang Dodi Faedlulloh.
Termasuk dalam reformasi birokrasi, menurut dia, upaya itu sebagai bentuk perampingan fungsi pemerintah. Sebab, penggabungan sumber daya administratif dan keuangan dalam satu kementerian memungkinkan terciptanya model tata kelola yang lebih efisien.
Dengan demikian, redundansi dan mendorong strategi pengembangan di bidang olahraga dan pariwisata. Program-program yang sebelumnya berjalan secara paralel kini dapat diintegrasikan dengan mengajak peran serta masyarakat.
”Anak-anak muda, sebagai stakeholder dari Kemenpora selama ini dapat dirangkul dan diberdayakan dalam industri olahraga dan pariwisata ke depan,” tambah Dodi Faedlulloh.
Sebab, terang Dodi, melalui energi yang dinamis dan ide-ide inovatif mereka bisa berkontribusi pada perkembangan bidang olahraga dan pariwisata. Sehingga, bisa membuka peluang lapangan pekerjaan bagi generasi muda dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Sejauh ini, Dodi melihat Spanyol, Kroasia, Thailand, termasuk Korea Selatan, telah berhasil menggabungkan kementerian olahraga dan pariwisata. Negara-negara tersebut menyadari penuh keterkaitan antara olahraga dan pariwisata serta potensi gabungan keduanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, dan national branding.
”Adanya integrasi olahraga dan pariwisata dalam struktur pemerintahan dapat meningkatkan pengambilan kebijakan dan perencanaan strategis untuk memanfaatkan manfaat kedua sektor secara efektif. Pemerintah kita bisa belajar dari praktik terbaik internasional ini,” terang Dodi Faedlulloh.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
